Infobenua.com, Samarinda – Upaya pelestarian olahraga tradisional terus menjadi perhatian Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim). Melalui ajang seleksi menuju Pekan Olahraga Tradisional Nasional (Potratnas), Dispora Kaltim menggalang partisipasi lintas daerah sebagai langkah strategis membangun semangat olahraga berbasis budaya lokal.
Seleksi Potratnas dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat dan diikuti oleh peserta dari berbagai kabupaten/kota. Hingga awal Juli ini, tujuh daerah sudah terkonfirmasi ikut serta, termasuk Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Berau. Ajang ini disebut tak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sarana edukatif dalam mengenalkan olahraga tradisional kepada generasi muda.
“Dalam waktu dekat, kami akan melaksanakan seleksi untuk ajang Potratnas atau Pekan Olahraga Tradisional Nasional. Ini bagian dari upaya kami melestarikan dan mengembangkan olahraga tradisional di Kalimantan Timur,” kata Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, AA Bagus Sugiarta, Minggu (6/7/25).
Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan seleksi tingkat kabupaten/kota sudah ditetapkan pada 9 Juli, sementara jadwal Potratnas nasional masih menunggu kepastian dari Kemenpora. Perhelatan nasional tersebut diperkirakan akan berlangsung pada bulan September, meski belum bersifat final.
“Jadwal nasionalnya kemungkinan besar sekitar bulan September, tapi itu masih tentatif. Kami masih menunggu kepastian dari Kemenpora,” jelasnya.
Dispora Kaltim juga menyebut bahwa kegiatan seperti ini diharapkan mendorong partisipasi masyarakat dalam mengenal lebih dalam permainan tradisional seperti egrang, sumpit, dan begasing.
Menurut Bagus, olahraga tradisional bisa menjadi panggung prestasi yang tidak kalah penting dibandingkan cabang olahraga modern.
“Kami ingin agar olahraga tradisional tidak sekadar menjadi warisan budaya, tapi juga punya panggung di tingkat nasional bahkan internasional. Semoga melalui Potratnas ini, kita bisa menemukan bibit-bibit baru yang bisa membanggakan Kalimantan Timur,” ujarnya.
Kegiatan komunitas pun turut berkontribusi dalam menciptakan ekosistem positif. Salah satunya datang dari Komunitas Burung Rajawali, yang pekan ini menggelar acara lintas daerah di GOR Kadrie Oening Samarinda.
Acara ini diikuti oleh peserta dari Balikpapan, Samarinda, dan Kutai Kartanegara, sekaligus menjadi wadah mempererat kebersamaan serta memperkenalkan tradisi lokal di kalangan masyarakat luas.
Kegiatan berbasis komunitas tersebut dinilai mampu membangun kesadaran kolektif akan pentingnya budaya dan olahraga sebagai bagian dari identitas lokal.
Dispora Kaltim menilai, peran komunitas seperti Burung Rajawali menjadi pelengkap dari upaya formal pemerintah dalam memperkuat pelestarian olahraga tradisional.
“Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, kami optimistis pengembangan olahraga tradisional dapat terus tumbuh dan melahirkan atlet muda yang tak hanya sehat secara fisik, tapi juga kuat secara karakter dan budaya,” tandasnya.(ADV)
Penulis : Nurfa | Editor: Eka Mandiri


















Users Today : 881
Total Users : 1291496
Views Today : 3507
Total views : 6349386