infobenua.com, Samarinda: DPRD Kota Samarinda akan membentuk panitia khusus (pansus) baru yang difokuskan untuk penanganan penyakit menular, terutama Tuberkulosis (TBC) dan HIV-AIDS. Rencana ini disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, usai rapat paripurna internal yang membahas evaluasi kinerja enam bulan terakhir.
Novan menyebutkan, dari empat pansus yang ada, tiga di antaranya telah mengusulkan pembentukan pansus baru. Komisi IV sendiri mengajukan pembentukan pansus kesehatan yang akan bekerja menangani isu-isu krusial terkait penyebaran penyakit menular di Samarinda.
“Kami usulkan pansus khusus yang fokus pada penanganan TBC dan HIV-AIDS. Dua penyakit ini masih menjadi ancaman serius di kota kita,” kata Novan (23/6/2025).
Ia menegaskan, keberadaan pansus ini penting untuk memperkuat peran legislatif dalam pengawasan dan penyusunan kebijakan strategis di bidang kesehatan. Terutama mengingat tingginya jumlah kasus yang masih terdeteksi setiap tahun dan belum sepenuhnya tertangani.
Menurutnya, pansus akan bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari Dinas Kesehatan, puskesmas, rumah sakit, hingga lembaga swadaya masyarakat. Fokusnya mencakup edukasi masyarakat, penguatan layanan kesehatan, dan peningkatan deteksi dini.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada dorongan dan pengawasan dari DPRD agar penanganannya lebih maksimal,” ujarnya.
Selain menyasar kebijakan, pansus juga diharapkan dapat mendorong penguatan anggaran dan program yang berpihak pada kelompok rentan, seperti warga miskin, ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), serta penderita TBC yang membutuhkan akses pengobatan jangka panjang.
Di sisi lain, Novan menyebut Pansus I tetap melanjutkan tugas sebelumnya menyelesaikan Raperda tentang Pemakaman Umum. Sementara pansus lainnya akan bertransformasi dengan mandat baru sesuai isu prioritas yang tengah berkembang.
“Harapannya, pansus yang dibentuk ini bisa memberi manfaat nyata dan tidak sekadar menjadi formalitas. Kami ingin hasil kerjanya bisa langsung dirasakan masyarakat,” tutupnya.
penulis Frida editor Eka mandiri



















Users Today : 1873
Total Users : 1415703
Views Today : 2785
Total views : 6726118