Infobenua.com.KUKAR- Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), khususnya Bidang Cipta Karya, kembali menunjukkan keseriusannya dalam menata ruang publik yang lebih modern, ramah lingkungan, dan nyaman bagi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang sedang dipersiapkan adalah penerapan sistem pencahayaan pintar berbasis teknologi di sejumlah taman kota.
Langkah ini tidak hanya menyangkut persoalan estetika malam hari, namun juga efisiensi energi, keamanan, dan kualitas pengalaman pengunjung di ruang-ruang terbuka hijau yang ada di wilayah Kukar. Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU Kukar, Muhammad Jamil, menjelaskan bahwa pengembangan pencahayaan taman kota ini akan dilakukan bertahap dengan melibatkan mitra philips.
“Itu untuk memudahkan yang nantinya kami akan terapkan di beberapa taman kota. Insya Allah nanti akan dimulai di Taman Kota Raja, kemudian menyusul Taman Kota Tenggarong, dan lokasi lainnya apabila pembebasan lahannya tidak mengalami kendala,” ujar Jamil, belum lama ini.
Dilanjutkan Jamil, Philips Lighting telah banyak berperan dalam menata visual pencahayaan beberapa landmark penting di Kukar. Tak hanya sebagai penyedia lampu, pihak Philips juga terlibat dalam desain sistem pencahayaan, pemasangan, hingga pemeliharaan.
“Teman-teman bisa lihat contoh hasil presentasi pihak Philips kemarin. Mayoritas produk mereka sudah digunakan di Kukar. Seperti di Taman Tua Himba, Taman Kota Raja, dan termasuk juga di Jembatan Repo-Repo kawasan Tanjong,” bebernya.
Bahkan diakuinya, Jembatan Repo-Repo dari awal konsep sampai pelaksanaan dan perawatan ditangani dengan sistem dari Philips.
Dinas PU Kukar melihat bahwa sistem pencahayaan publik tidak bisa dipandang sebelah mata. Keberadaan lampu yang berkualitas dengan tata letak yang tepat akan berdampak besar terhadap tingkat kenyamanan, keamanan, dan daya tarik visual ruang publik, khususnya di malam hari.
Lebih dari itu, penerapan pencahayaan cerdas juga dinilai sejalan dengan program pengembangan kota ramah lingkungan serta smart city, di mana efisiensi energi menjadi bagian dari prinsip tata kota berkelanjutan.
“Langkah ini bukan sekadar memasang lampu, tetapi bagaimana kita mendesain dan membangun taman kota yang hidup, interaktif, dan bisa digunakan oleh masyarakat sepanjang waktu tanpa mengurangi kenyamanan dan keselamatan,” lanjut Jamil.
Ia juga mengungkapkan bahwa taman kota yang didukung pencahayaan standar internasional akan menjadi nilai tambah dalam menarik wisatawan lokal maupun luar daerah, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.
Ke depan, pihaknya berencana membuka ruang partisipasi lebih luas, baik dari komunitas, pelaku industri kreatif, maupun swasta untuk ikut terlibat dalam pengelolaan taman kota. Pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada aspek keberlanjutan dan pengelolaan taman yang melibatkan masyarakat secara aktif.
“Harapan kami, taman-taman kota di Kukar bisa menjadi titik-titik strategis yang tidak hanya hijau dan indah, tapi juga terang, aman, dan fungsional sepanjang hari. Ini investasi jangka panjang untuk membentuk kota yang sehat dan modern,” pungkas Jamil.
Saat ini, Bidang Cipta Karya tengah melakukan evaluasi terhadap kebutuhan dan kesiapan teknis dari sejumlah taman kota untuk ditingkatkan pencahayaannya.
Jika berjalan sesuai rencana, Kukar akan menjadi salah satu kabupaten pertama di Kalimantan Timur yang menerapkan sistem pencahayaan cerdas secara menyeluruh di ruang terbuka publiknya.
penulis Lisa editor Eka mandiri



















Users Today : 730
Total Users : 1291345
Views Today : 2734
Total views : 6348613