Infobenua.com.Samarinda– Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, menyuarakan keprihatinannya terhadap lambannya pembangunan infrastruktur di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Ia menegaskan, wilayah perbatasan tersebut masih terisolasi dan minim perhatian, meski telah lama dimekarkan sebagai daerah otonom.
Hasanuddin mengapresiasi keberanian masyarakat Mahulu yang berani menyampaikan kondisi riil daerahnya. Menurutnya, suara dari akar rumput penting untuk mempercepat pemerataan pembangunan.
“Mahulu ini luas wilayahnya kecil, tapi isolasi dan minim infrastruktur masih menjadi masalah utama. Jalan yang sudah beraspal baru sekitar 18 kilometer dari total 18.428 km²,” ungkap Hasanuddin di Samarinda (31/5/2025).
Politisi Golkar itu menekankan bahwa potensi sumber daya alam Mahulu sangat besar, terutama di sektor tambang dan perkebunan. Namun, ia menyayangkan bahwa keberadaan korporasi besar belum memberi dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat setempat.
“Kontribusi ke masyarakat masih sangat minim. Tenaga kerja lokal sulit masuk karena dominasi perusahaan besar,” ujarnya.
Ia menilai, posisi strategis Mahulu sebagai wilayah perbatasan seharusnya menjadi perhatian utama, baik di level provinsi maupun pusat. Hasanuddin mendorong agar pembangunan Mahulu tidak tertinggal dibandingkan daerah lain di Kaltim.
“Kita akan upayakan agar pemerintah provinsi dan pusat tidak tinggal diam. Mahulu butuh perlakuan khusus karena tantangannya tidak sama seperti daerah lain,” tegasnya.
Selain itu, Hasanuddin menekankan pentingnya sinergi lintas pemerintahan untuk menghadirkan solusi konkret. Ia menyoroti ketergantungan Mahulu terhadap bantuan eksternal setiap kali terjadi bencana atau krisis.
“Koordinasi lintas level pemerintahan sangat penting. Jangan sampai Mahulu terus bergantung pada bantuan dari luar, padahal ini bagian dari NKRI yang strategis,” jelasnya.
Ia berjanji DPRD Kaltim akan mengawal aspirasi warga Mahulu secara serius.
“Kami tidak ingin ini berhenti di janji. Aspirasi warga harus ditindaklanjuti, bukan hanya didengar,” pungkas Hasanuddin.
Penulis Frida editor Eka mandiri



















Users Today : 153
Total Users : 1372942
Views Today : 386
Total views : 6634371