Infobenua.com-Samarinda: Di balik gemerlap perkembangan kota, Tari Jepen tetap menjadi salah satu warisan budaya yang tak lekang oleh waktu di Kalimantan Timur. Tarian ini berasal dari Kutai, sebuah daerah dengan sejarah panjang yang sarat dengan pengaruh budaya Melayu dan Islam.
Tidak hanya sebagai hiburan, Tari Jepen juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial antarwarga, menggambarkan keceriaan, dan merayakan momen-momen penting dalam kehidupan masyarakat.
Berbeda dengan tarian pada umumnya, Tari Jepen dipertunjukkan oleh pasangan penari pria dan wanita yang bergerak secara serasi dalam alunan musik tradisional khas Kutai, yakni tingkilan. Gerakan-gerakan yang lincah dan penuh semangat ini mampu menghadirkan atmosfer ceria dan harmonis, membuat siapa saja yang menyaksikan tak mampu menahan diri untuk ikut bergoyang.
Biasanya, Tari Jepen ditampilkan dalam berbagai acara penting seperti pernikahan, penyambutan tamu daerah, serta festival kebudayaan. Masyarakat Kutai, khususnya generasi muda, terus menjaga dan melestarikan tarian ini agar tidak hilang ditelan zaman. Tarian ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga menjadi simbol dari ikatan sosial yang kuat dan rasa bangga terhadap budaya lokal.
Meski dunia terus bergerak maju, Tari Jepen tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Kutai. Dalam setiap gerakan yang penuh makna, tarian ini mengingatkan kita akan pentingnya mempertahankan warisan budaya sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan tradisi.
Bagi masyarakat Kutai, Tari Jepen bukan hanya tentang gerakan dan musik, tetapi juga tentang kelestarian nilai-nilai yang membentuk kehidupan mereka.(ADV/Dispar/Fr).



















Users Today : 925
Total Users : 1457395
Views Today : 3225
Total views : 6828554