FOTO : Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kutim, Nurrahmi Asmalia
Infobenua.com, KUTIM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan pengembangan Program Kampung Iklim (ProKlim) di 130 desa. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim melalui aksi mitigasi dan adaptasi di tingkat lokal.
Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kutim, Nurrahmi Asmalia, mengatakan pelaksanaan ProKlim dapat dimulai dari tingkat dusun. Masyarakat di wilayah tersebut didorong bergerak bersama menjalankan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan.
“Untuk Program Kampung Iklim, tingkatan paling rendahnya adalah dusun. Di sana masyarakat didorong untuk melakukan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim,” ujar Nurrahmi, Senin (21/9/26).
Menurutnya, ProKlim tidak hanya menjadi kegiatan yang dijalankan oleh kelompok tertentu. Seluruh komponen masyarakat di wilayah tersebut dapat terlibat sesuai dengan perannya masing-masing.
Salah satu unsur yang dapat dilibatkan yakni masyarakat peduli api. Kelompok tersebut dapat mendukung kegiatan di lingkungan masyarakat, terutama dalam membangun kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap kondisi lingkungan.
Pengelolaan sampah juga menjadi bagian dari pembinaan dalam ProKlim. Masyarakat didorong memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar sekaligus menjalankan langkah yang mendukung ketahanan wilayah dalam menghadapi perubahan iklim.
Nurrahmi mengatakan cakupan ProKlim cukup luas karena menyasar masyarakat secara langsung. Karena itu, pembentukan Kampung Iklim membutuhkan keterlibatan bersama dari berbagai unsur di tingkat desa maupun dusun.
“Jadi seluruh komponen yang ada di dusun tersebut bergerak bersama-sama,” katanya.
DLH Kutim menargetkan 130 desa dapat masuk dalam pengembangan Kampung Iklim. Namun, proses pembentukan secara lebih luas tersebut kemungkinan baru mulai direncanakan pada tahun mendatang.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas gerakan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim. Dengan pendekatan berbasis wilayah, kegiatan lingkungan tidak hanya dijalankan sebagai program pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat di tingkat yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Melalui ProKlim, DLH Kutim mendorong masyarakat membangun kebiasaan yang mendukung lingkungan sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai dampak perubahan iklim,” tandasnya.(adv/Kutim/Dita)


















Users Today : 1870
Total Users : 1491533
Views Today : 3349
Total views : 6900119