InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Inspeksi FSSAI Ungkap Pelanggaran Keamanan Pangan di Hotel Mewah New Delhi

by Hery Kuswoyo
Senin, 21 September 2026, 21:02
in Internasional
Ilustrasi

Ilustrasi

Bagikan

Infobenua.com, New Delhi — Otoritas Keamanan dan Standar Pangan India (FSSAI) menemukan sejumlah pelanggaran keamanan pangan dan kebersihan dalam inspeksi terhadap dapur beberapa hotel bintang lima di kawasan Aerocity, New Delhi, dalam beberapa bulan terakhir.

Pemeriksaan tersebut antara lain dilakukan di Andaz dan JW Marriott, dua hotel yang berada di kawasan bisnis dan perhotelan utama ibu kota India.

Di Andaz, petugas FSSAI menemukan “sejumlah pelanggaran serius terhadap keamanan pangan dan kebersihan”, termasuk “pemisahan makanan vegetarian dan nonvegetarian yang tidak semestinya, keberadaan hama, sanitasi yang buruk, kebersihan penjamah makanan yang tidak memadai, serta penyimpanan makanan yang tidak sesuai.”

Sementara di JW Marriott, pemeriksaan mengidentifikasi “masalah serius dalam kebersihan dan sanitasi”, antara lain “peralatan dan permukaan yang bersentuhan dengan makanan dalam kondisi tidak bersih, adanya partikel yang terlihat dalam air minum”, serta “pengendalian hama yang tidak memadai”.

Kedua hotel menyatakan telah bekerja sama dengan regulator dan mengambil langkah perbaikan untuk menindaklanjuti temuan tersebut. Mereka juga menegaskan kembali komitmen terhadap keamanan pangan, kebersihan, dan keselamatan para tamu.

Pelanggaran ditemukan di berbagai sektor

Pengawasan FSSAI tidak berhenti pada restoran dan hotel kelas atas. Sejak Juli, regulator tersebut juga telah mengirimkan lebih dari 150 surat peringatan kepada sejumlah perusahaan besar di sektor makanan dan minuman. Pelanggaran yang menjadi perhatian mencakup iklan yang dianggap menyesatkan, klaim kesehatan, serta ketidaksesuaian pelabelan produk.

Temuan dalam inspeksi lapangan tersebut juga tercermin dalam hasil pengujian makanan yang dilakukan FSSAI dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023-2024 dan 2024-2025, otoritas menguji sekitar 170.000 sampel makanan setiap tahun. Sekitar 20 persen di antaranya dinyatakan tidak memenuhi standar.

Pada 2025-2026, terdapat sedikit perbaikan, tetapi jumlah pelanggaran masih signifikan. Dari 223.808 sampel yang diuji, sebanyak 40.023 dinyatakan tidak memenuhi ketentuan keamanan atau pelabelan, berdasarkan data sementara yang disampaikan kepada parlemen pada Juli.

Kategori “tidak memenuhi standar” dalam data FSSAI mencakup makanan yang dipalsukan atau dicampur dengan bahan lain, produk dengan mutu di bawah ketentuan, makanan yang terkontaminasi, maupun produk dengan label yang tidak sesuai.

Industri soroti lemahnya pengawasan rutin

Sunil Ghadiok, pelaku industri perhotelan yang telah bekerja selama lebih dari 45 tahun sekaligus pendiri Enserve Hospitality and Management Services, mengatakan kepada DW bahwa temuan tersebut tidak dapat digunakan untuk menggambarkan keseluruhan kondisi industri.

“Kelalaian terjadi karena keamanan pangan bergantung pada pelaksanaannya di tingkat operasional,” kata Ghadiok. “Masalah yang lebih besar bukanlah soal ada atau tidaknya standar, melainkan komitmen terhadap kebersihan secara keseluruhan dan keamanan pangan.”

Menurut Ghadiok, pengawasan perlu dilakukan secara lebih teratur dan diarahkan terutama kepada lokasi dengan tingkat risiko lebih tinggi.

“Seharusnya bukan keluhan atau inspeksi besar yang baru membuat keamanan pangan kembali menjadi perhatian,” kata Ghadiok.

India masih menghadapi tantangan dalam memastikan ketentuan keamanan pangan diterapkan secara konsisten dalam kegiatan operasional sehari-hari.

Salah satu mekanisme yang tersedia adalah Skema Penilaian Kebersihan FSSAI untuk restoran. Namun, skema tersebut bersifat sukarela. Pelaku usaha dapat mengajukan diri untuk memperoleh penilaian, tetapi tidak memiliki kewajiban untuk mengikutinya.

Kondisi itu membuat penegakan standar keamanan pangan kerap mendapat perhatian besar ketika terjadi pelanggaran, sementara pengawasan rutin di luar momentum tersebut tidak selalu terlihat.

Keamanan pangan dinilai harus menjadi budaya operasional

Yash Bhanage, pendiri sekaligus COO Hunger Inc Hospitality, yang mengelola The Bombay Canteen, O Pedro, dan Bombay Sweet Shop, mengatakan persoalan keamanan pangan tidak semata-mata ditentukan oleh ukuran usaha ataupun reputasi sebuah restoran.

“Keamanan pangan tidak bisa diperlakukan sekadar sebagai daftar periksa yang diselesaikan karena petugas inspeksi akan datang,” kata Bhanage. “Hal itu harus menjadi bagian dari budaya operasional sebuah restoran.”

Menurut Bhanage, menjaga konsistensi standar menjadi tantangan tersendiri ketika terjadi pergantian karyawan dan pemasok, restoran beroperasi dalam beberapa shift, serta ketika aktivitas dapur mencapai tingkat kesibukan tertinggi.

Ia menilai meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan dapat menjadi momentum bagi industri untuk memperkuat pendekatan pencegahan.

Bhanage menyebut perhatian yang saat ini tertuju pada keamanan pangan sebagai “kesempatan bagi industri untuk beralih dari budaya sekadar memenuhi aturan menuju budaya pencegahan.”

Manu Chandra, koki sekaligus pengusaha restoran, menilai sistem keamanan pangan juga perlu diperluas agar dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha.

“Ekosistem yang kuat perlu dibangun di sekitar sektor makanan dan minuman, yang dalam banyak hal masih belum tertata dengan baik,” kata Chandra. “Sistem yang memadai sangat dibutuhkan dan aturan FSSAI harus bisa diterapkan hingga ke tingkat paling bawah. Namun saat ini, aturan tersebut belum menjangkau seluruh bagian industri. Kemampuan menelusuri asal-usul produk dengan lebih baik serta pengawasan yang lebih ketat di sepanjang rantai pasok akan sangat membantu sektor ini.”

Pelaku usaha mulai memperkuat sistem internal

Peningkatan penindakan regulator mulai mendorong sebagian pelaku usaha melakukan pembenahan internal.

Samir Kuckreja dari Tasanaya Hospitality, perusahaan konsultan perhotelan yang berbasis di Delhi, mengatakan semakin banyak restoran dan hotel yang meminta bantuan untuk melakukan audit keamanan pangan, menyusun prosedur operasional, dan memberikan pelatihan kepada karyawan.

“Kami terlebih dahulu menilai bagaimana dapur beroperasi, kemudian menyesuaikan pelatihan untuk mengatasi kekurangan yang ditemukan,” kata Kuckreja. “Inspeksi mendadak yang kemudian diikuti audit berkala biasanya memberikan hasil lebih baik dibandingkan kunjungan yang sudah dijadwalkan atau pemeriksaan mandiri menggunakan daftar periksa.”

Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan persoalan operasional diidentifikasi secara langsung, bukan hanya berdasarkan pemeriksaan administratif atau daftar pemeriksaan internal.

Persoalan meluas hingga pelabelan produk

Penegakan regulasi FSSAI juga mencakup persoalan di luar kebersihan restoran. Tindakan terhadap perusahaan makanan dan minuman besar turut menyasar pelabelan produk dan penggunaan klaim yang dianggap menyesatkan.

Dalam perkembangan terpisah, Mahkamah Agung India mempertanyakan FSSAI mengenai rencana pemberlakuan label peringatan di bagian depan kemasan makanan olahan yang mengandung kadar gula, garam, atau lemak tinggi.

Pengadilan meminta regulator memberikan penjelasan lebih terperinci mengenai dasar ilmiah serta ambang batas yang digunakan dalam menentukan produk yang harus mendapatkan peringatan tersebut. Perkara itu dijadwalkan kembali disidangkan pada akhir bulan.

Meski berbeda konteks, persoalan mengenai kebersihan restoran dan pelabelan makanan sama-sama mengarah pada pertanyaan mengenai efektivitas penerapan aturan keamanan pangan di lapangan.

Inspeksi terbaru memperlihatkan bahwa pelanggaran masih dapat ditemukan bahkan di fasilitas perhotelan kelas atas. Tantangan berikutnya adalah memastikan pengawasan berlangsung secara konsisten dan tidak hanya meningkat ketika muncul kasus atau perhatian publik.

“Ukuran sebenarnya dari sistem keamanan pangan yang sudah matang adalah apa yang terjadi selama 364 hari ketika tidak ada seorang pun yang datang untuk memeriksa Anda,” kata Bhanage.(*)

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Warga Muara Badak Resahkan Rehabilitasi Jembatan Sambera yang Dinilai Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 24 Februari 2022, 21:32
Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Kamis, 9 Juni 2022, 23:48
H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

Jumat, 1 April 2022, 10:02
Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Rabu, 9 Maret 2022, 22:17
Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

0
Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

0
DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

0
HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

0
Bupati Bolaang Mongondow Utara Kena OTT KPK

Bupati Bolaang Mongondow Utara Kena OTT KPK

Senin, 21 September 2026, 22:06
Ke Pabrik Sepatu, Wamenaker Dorong Regulasi Keseimbangan Industri dan Perlindungan Pekerja

Ke Pabrik Sepatu, Wamenaker Dorong Regulasi Keseimbangan Industri dan Perlindungan Pekerja

Senin, 21 September 2026, 21:19
Inspeksi FSSAI Ungkap Pelanggaran Keamanan Pangan di Hotel Mewah New Delhi

Inspeksi FSSAI Ungkap Pelanggaran Keamanan Pangan di Hotel Mewah New Delhi

Senin, 21 September 2026, 21:02
Pemilu Legislatif: Rusia Bersatu Raih 57,83 Persen Suara, Kuasai 355 Kursi Duma

Pemilu Legislatif: Rusia Bersatu Raih 57,83 Persen Suara, Kuasai 355 Kursi Duma

Senin, 21 September 2026, 20:54

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1490859
Users Today : 1196
Total Users : 1490859
Views Today : 1948
Total views : 6898718
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com