Infobenua.com, Berlin — Pemilu negara bagian di Berlin dan Mecklenburg-Vorpommern pada Minggu (20/9/2026) menghasilkan pergeseran politik signifikan di Jerman. Partai oposisi Die Linke menjadi kekuatan terbesar di Berlin, sementara Alternative für Deutschland (AfD) meraih posisi pertama di Mecklenburg-Vorpommern. Di kedua negara bagian tersebut, Partai Uni Kristen Demokrat (CDU) pimpinan Kanselir Friedrich Merz mengalami penurunan suara.
Hasil tersebut menambah tekanan terhadap Merz yang baru sekitar 16 bulan memimpin pemerintahan federal. Di Mecklenburg-Vorpommern, CDU hanya memperoleh 4,9 persen suara dan gagal melewati ambang batas lima persen sehingga untuk pertama kalinya sejak periode pascaperang tidak memperoleh kursi di parlemen negara bagian tersebut.
Sementara di Berlin, CDU berada di posisi kedua dengan 18,8 persen suara. Angka itu turun sekitar 9,5 poin persentase dibandingkan pemilu sebelumnya. Die Linke menjadi partai dengan suara terbanyak setelah memperoleh 25,7 persen, sedangkan AfD berada di posisi ketiga dengan 16,3 persen. SPD hanya meraih 12,1 persen.
Merz merespons hasil tersebut tidak lama setelah proyeksi awal diumumkan. Ia mengakui hasil di Mecklenburg-Vorpommern sebagai pukulan berat bagi partainya.
“Hasil di Mecklenburg-Vorpommern tidak bisa kita perindah—ini adalah sebuah bencana,” ujarnya getir.
Namun, Merz memberikan penilaian berbeda terhadap hasil CDU di Berlin yang masih berada di atas 18 persen. Ia menyebut hasil tersebut sebagai “hasil yang lumayan.”
AfD kembali menang di Jerman timur
Kemenangan AfD di Mecklenburg-Vorpommern merupakan keberhasilan kedua partai tersebut dalam pemilu negara bagian dalam waktu dua pekan. Sebelumnya, AfD juga menjadi kekuatan terbesar dalam pemilu Sachsen-Anhalt pada 6 September.
Di Mecklenburg-Vorpommern, AfD memperoleh sekitar 38,2 persen suara, sementara SPD yang dipimpin Perdana Menteri negara bagian Manuela Schwesig meraih 35,5 persen. Perolehan AfD meningkat lebih dari 20 poin persentase dibandingkan pemilu sebelumnya.
Bagi CDU, hasil 4,9 persen merupakan capaian terburuknya dalam sejarah pemilu negara bagian Mecklenburg-Vorpommern. Partai tersebut bahkan tidak lagi memiliki perwakilan di parlemen negara bagian.
Di Berlin, peta politik bergerak ke arah berbeda. Die Linke memperoleh 25,7 persen suara dan mengungguli CDU. Partai tersebut mencatat peningkatan 13,4 poin persentase dibandingkan pemilu sebelumnya. AfD memperoleh 16,3 persen, sedangkan SPD hanya mengumpulkan 12,1 persen.
Peluang koalisi di Berlin
Hasil pemilu membuka kemungkinan terbentuknya pemerintahan yang melibatkan Die Linke, SPD, dan Partai Hijau di Berlin. Namun, pembentukan pemerintahan masih membutuhkan proses negosiasi antarpartai.
Elif Eralp, kandidat utama Die Linke, berpeluang menjadi wali kota Berlin apabila partainya berhasil membangun koalisi pemerintahan. Sebelum pemilu, politikus keturunan Turki tersebut menyampaikan visinya mengenai ibu kota Jerman.
“Visi saya untuk Berlin adalah sebuah kota yang terjangkau. Tempat di mana semua orang, tanpa memandang asal-usul, agama, bahasa, maupun pendapatan, dapat hidup dengan baik dan terhormat.
Di Mecklenburg-Vorpommern, situasinya berbeda. SPD berada di posisi kedua tetapi tetap memiliki peluang membentuk pemerintahan tanpa melibatkan AfD. Schwesig menyatakan kesiapan untuk membangun pemerintahan yang stabil.
“Kami siap membentuk pemerintahan demokratis yang stabil,” kata Schwesig.
Sementara itu, AfD melihat hasil pemilu sebagai indikasi meningkatnya dukungan terhadap partai tersebut di negara bagian Jerman timur. Ketua Umum Federal AfD, Alice Weidel, kembali menyoroti kebijakan firewall yang selama ini digunakan partai-partai arus utama untuk menolak kerja sama dengan AfD.
Kepada saluran televisi ZDF, Weidel menegaskan arah partainya, “Target kami tentu saja adalah membangun pembicaraan koalisi jangka panjang dengan CDU.”
Tekanan terhadap koalisi Merz-SPD
Hasil pemilu di dua negara bagian tersebut juga menjadi ujian bagi pemerintahan federal yang dibangun CDU bersama SPD. Kinerja buruk CDU dan SPD di Berlin, serta kemenangan AfD di Mecklenburg-Vorpommern, berlangsung ketika pemerintah federal menghadapi tekanan akibat kebijakan reformasi ekonomi dan kesejahteraan sosial.
Sejumlah jajak pendapat nasional menunjukkan dukungan terhadap koalisi pemerintahan Merz-SPD mengalami penurunan. Dalam lanskap politik tersebut, AfD menjadi salah satu partai dengan dukungan nasional yang kuat, sementara SPD menghadapi persaingan dari Die Linke.
Tekanan terhadap Merz sebelumnya meningkat setelah kekalahan CDU di Sachsen-Anhalt. Rangkaian hasil pemilu tersebut membuat perdebatan mengenai arah politik pemerintah dan kepemimpinan CDU semakin mengemuka. Meski demikian, Merz menegaskan dirinya tidak akan mengubah agenda reformasi pemerintah. Ia mengatakan kebijakan tersebut tetap diperlukan untuk menghadapi persoalan ekonomi dan meningkatnya beban sistem jaminan sosial.
“Reformasi harus tetap berjalan. Tentu saja ini menempatkan kita semua dalam situasi yang sulit. Namun, kami mengambil tanggung jawab ini. Saya mengambil tanggung jawab ini.”
Reformasi kesehatan dan pensiun
Pemerintah koalisi sebelumnya telah mencapai kesepakatan mengenai reformasi sektor kesehatan setelah melalui perdebatan panjang. Sejumlah perubahan diperkirakan meningkatkan beban biaya yang harus ditanggung masyarakat, termasuk melalui kenaikan harga obat-obatan dan biaya perawatan gigi serta perubahan pada skema asuransi keluarga.
Pemerintah juga masih membahas reformasi sistem pensiun. Salah satu gagasan yang didorong adalah memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat untuk memperkuat dana pensiun melalui investasi swasta.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari agenda Merz untuk mengatasi tekanan terhadap sistem jaminan sosial Jerman, termasuk asuransi kesehatan, asuransi perawatan, dan sistem pensiun. Merz mengakui proses reformasi akan membawa ketidakpastian dan beban bagi sebagian masyarakat. Namun, ia tetap mempertahankan agenda tersebut.
“Saya ingin membawa negara kita maju. Saya percaya penuh bahwa keberhasilan reformasi ini tidak hanya akan memperbaiki kehidupan bersama kita, tetapi juga memulihkan citra diri kita serta reputasi kita di mata dunia.
Dampak terhadap kebijakan luar negeri
Hasil pemilu negara bagian juga berpotensi memengaruhi ruang politik pemerintah Jerman dalam menjalankan kebijakan luar negeri, terutama terkait perang Rusia-Ukraina. AfD secara terbuka menentang dukungan militer Jerman kepada Ukraina. Penguatan partai tersebut di sejumlah negara bagian timur menambah tekanan politik terhadap pemerintah federal yang selama ini mempertahankan dukungan terhadap Ukraina.
Dengan kemenangan AfD di Mecklenburg-Vorpommern dan menguatnya Die Linke di Berlin, partai-partai di luar pusat politik tradisional memperoleh tambahan ruang dalam perdebatan nasional. Sementara itu, CDU dan SPD menghadapi kebutuhan untuk merespons perubahan preferensi pemilih di tingkat negara bagian.
Merz mengatakan hasil pemilu tersebut tidak akan membuatnya meninggalkan tanggung jawab sebagai pemimpin CDU maupun kanselir.
“Apa yang harus dilakukan sekarang membutuhkan ketabahan, keteguhan, dan kesabaran. Saya akan menunjukkan hal itu. Sebagai Ketua Umum CDU dan terutama sebagai Kanselir dari negara kita.”
Hasil pemilu Berlin dan Mecklenburg-Vorpommern menjadi bagian dari rangkaian perubahan politik di Jerman sepanjang 2026. Di satu sisi, AfD memperluas dukungannya di Jerman timur, sementara Die Linke mencatat kemenangan di ibu kota. Bagi pemerintah federal, hasil tersebut menambah tekanan untuk mempertahankan stabilitas koalisi sekaligus menjalankan agenda reformasi yang telah dicanangkan. (*)



















Users Today : 1197
Total Users : 1490860
Views Today : 1951
Total views : 6898721