Foto : briefing penanganan siaga darurat karhutla dan kekeringan di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda.(HO/kaltimprov.go.id)
Infobenua.com, Samarinda – Sebanyak 134 titik panas atau hotspot terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur hingga Kamis (17/9/2026). Sebaran asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak pada aktivitas masyarakat hingga transportasi udara.
Kondisi tersebut disampaikan dalam briefing penanganan siaga darurat karhutla dan kekeringan di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, Kamis.
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengatakan asap telah menyebar di berbagai wilayah. Pergerakannya dapat berubah mengikuti arah angin dan kondisi atmosfer sehingga pembaruan serta sinkronisasi data antardaerah terus dilakukan.
“Asap sudah menyebar di wilayah Kaltim. Kita mensinkronkan data terkait agar informasi yang disampaikan sama dan tidak menimbulkan simpang siur,” ujar perwakilan BPBD dalam briefing tersebut.
Dampak sebaran asap salah satunya terlihat pada aktivitas penerbangan di Samarinda. Salah satu penerbangan Garuda yang seharusnya mendarat di Bandara APT Pranoto harus dialihkan ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan karena kondisi yang tidak memungkinkan.
Kualitas udara di sekitar APT Pranoto juga menunjukkan kondisi yang perlu mendapat perhatian. Dalam pemantauan yang disampaikan saat briefing, indeks kualitas udara tercatat mencapai 341,7 dan masuk kategori berbahaya.
Sementara itu, kondisi di sejumlah daerah Kaltim menunjukkan perkembangan yang berbeda. Di Kutai Timur, hujan telah turun di beberapa desa dan beberapa wilayah mulai terlihat lebih cerah serta sejuk.
Di Kutai Kartanegara, asap masih cukup terasa sehingga aktivitas pembelajaran siswa di sejumlah wilayah dilakukan secara daring.
Perubahan cuaca juga dilaporkan terjadi di Paser dan Penajam Paser Utara. Sedangkan di Bontang, matahari mulai terlihat meski asap masih menyelimuti wilayah tersebut. Sebelumnya, wilayah itu sempat mengalami hujan ringan.
Sebaran asap juga dilaporkan merata di wilayah Berau. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan titik sumber api, tetapi juga pergerakan asap yang dapat memengaruhi wilayah lain.
Karena itu, pemerintah bersama BNPB, BPBD, dan pihak terkait terus menyamakan data lapangan. Pemantauan mencakup perkembangan hotspot, kualitas udara, kondisi cuaca, pergerakan asap, serta potensi hujan di masing-masing daerah.
Data yang diperbarui secara berkala diperlukan untuk memastikan informasi mengenai kondisi karhutla dapat disampaikan secara konsisten kepada masyarakat sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan.
Di tengah kondisi lahan yang masih kering, pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Pencegahan titik api baru menjadi bagian penting untuk menekan meluasnya dampak karhutla dan asap di Kaltim.
Penulis: Nurfa | Editor: Redaksi



















Users Today : 965
Total Users : 1486058
Views Today : 1530
Total views : 6890192