Teks foto: Manager UP3 PLN Samarinda Adrian Sitompul.
Infobenua.com, Samarinda–Pemadaman listrik masih terjadi hampir setiap hari di sejumlah wilayah Samarinda sepanjang September 2026. PLN menyebut kondisi itu dipicu cadangan daya Sistem Kelistrikan Kalimantan yang terbatas serta gangguan pada sejumlah pembangkit swasta.
Manager UP3 Samarinda Adrian Sitompul mengatakan pasokan listrik saat ini belum longgar. Kebutuhan listrik terus naik, sementara daya cadangan yang tersedia tidak banyak.
“Saat ini sistem kelistrikan Kalimantan masih dalam kondisi yang perlu diwaspadai. Seiring dengan pertumbuhan kebutuhan listrik, sistem masih memiliki cadangan daya, namun dalam kondisi terbatas,” kata Adrian (17/9/2026).
Gangguan yang terjadi sekarang juga berbeda dengan persoalan kelistrikan sebelumnya yang disebut sudah berakhir pada Juli. Kali ini, kendala terjadi pada beberapa peralatan pendukung pembangkit yang memasok listrik ke sistem.
“Gangguan yang terjadi saat ini berbeda dengan kondisi sebelumnya. Gangguan tersebut terjadi pada beberapa peralatan pendukung operasional pembangkit sehingga berdampak pada kemampuan pasokan ke sistem,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, PLN melakukan pengaturan beban ketika daya yang tersedia tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik. Pembangkit yang masih bisa beroperasi juga dimaksimalkan.
Sementara pembangkit yang mengalami gangguan masih dalam penanganan masing-masing pengelola. Pembangkit tidak langsung dioperasikan sebelum kondisi peralatannya dinyatakan siap.
Pengaturan beban inilah yang membuat waktu dan wilayah pemadaman bisa berubah. PLN menyesuaikan operasi berdasarkan kondisi pasokan dan kebutuhan listrik saat itu.
“Penerapan pengaturan operasi sangat bergantung pada kondisi pasokan dan kebutuhan listrik pada sistem secara real time. Karena itu, durasi maupun wilayah yang terdampak dapat berubah menyesuaikan kondisi sistem pada saat pelaksanaan,” jelas Adrian.
Pemadaman lebih lama juga bisa terjadi karena gangguan jaringan. Seperti yang terjadi di Jalan Swandi. Listrik di kawasan tersebut padam lebih dari tiga jam karena jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) putus.
“Khusus terkait durasi padam yang terjadi di wilayah Jalan Swandi, pada saat tersebut juga terdapat gangguan pada jaringan distribusi berupa putusnya jaringan SUTM,” ungkapnya.
Petugas harus memperbaiki jaringan yang putus sebelum listrik kembali dialirkan. Jaringan juga harus dipastikan aman agar tidak menimbulkan gangguan lanjutan.
Di tengah pemadaman yang berulang, pelanggan juga mempertanyakan pemberitahuan dari PLN. Informasi melalui WhatsApp Channel terkadang baru diterima ketika pemadaman sudah dekat dengan waktu pelaksanaan.
Adrian mengatakan PLN memahami kebutuhan pelanggan untuk mendapat informasi lebih awal. Namun, kondisi sistem bisa berubah sewaktu-waktu sehingga rencana pengaturan beban juga dapat berubah.
“Kami memahami kebutuhan masyarakat untuk memperoleh informasi sedini mungkin. Namun, karena kondisi sistem dapat berubah secara dinamis, pengaturan operasi dalam kondisi tertentu harus dilakukan mengikuti kondisi pasokan dan kebutuhan listrik secara real time,” katanya.
PLN menyatakan mekanisme koordinasi dan penyampaian informasi kepada pelanggan ikut dievaluasi. Pelanggan dapat memantau informasi kelistrikan melalui PLN Mobile, Contact Center PLN 123 dan kanal resmi PLN.
Untuk kompensasi, pelanggan yang mengalami pemadaman tidak otomatis mendapat penggantian. PLN akan mengevaluasi terlebih dahulu sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah.
“PLN menjalankan ketentuan kompensasi kepada pelanggan sesuai regulasi yang berlaku. Pemberian kompensasi akan dilakukan evaluasi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah,” tegas Adrian.
PLN meminta maaf kepada pelanggan yang terdampak. Penanganan pembangkit dan jaringan terus dilakukan, sementara pembangkit yang masih tersedia dioptimalkan untuk menjaga pasokan listrik.



















Users Today : 752
Total Users : 1484576
Views Today : 1233
Total views : 6887334