InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Puspomau Ungkap Kronologi Kematian Serda Ahmad, Dipukul Tiga Kali di Dada

by Hery Kuswoyo
Rabu, 16 September 2026, 21:07
in Nasional
Ilustrasi prajurit TNI Angkatan Udara

Ilustrasi prajurit TNI Angkatan Udara

Bagikan

Infobenua.com, Jakarta — Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Puspomau) mengungkap kronologi kematian Sersan Dua Ahmad Muzamil Fariza (Serda AMF) setelah mengalami kekerasan di lingkungan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada 9 September 2026.

Berdasarkan keterangan medis dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, Ahmad sempat menerima tiga pukulan dengan tangan kosong ke bagian dada sebelum kehilangan kesadaran. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia pada malam yang sama. Komandan Puspomau Marsekal Muda Daan Sulfi mengatakan Ahmad dinyatakan meninggal setelah mendapat penanganan di instalasi gawat darurat.

“Sekitar pukul 23.45 WIB setelah dilakukan penanganan oleh pihak IGD [RS UIN Syarif Hidayatullah], korban atas nama Serda Ahmad Muzamil Fariza dinyatakan meninggal dunia,” kata Daan, Rabu (16/9/2026).

Berawal dari Persoalan Administrasi

Menurut Daan, peristiwa tersebut bermula dari kesalahpahaman antara Serda MTS dan juniornya, Serda RP. MTS sebelumnya meminta bantuan RP untuk mengurus keperluan administrasi di bagian Administrasi Urusan Tata Usaha Setdis Dispsiau Lanud Halim Perdanakusuma.

MTS disebut marah setelah RP menutup sambungan telepon secara tiba-tiba dan dianggap tidak sopan. Sekitar pukul 21.05 WIB, MTS kemudian memanggil RP bersama dua rekannya yang bertugas di bagian yang sama, yakni Ahmad dan Serda ZN, ke belakang Mes Galaksi Lanud Halim Perdanakusuma.

Di lokasi tersebut, ketiganya diberi hukuman berupa push up dan sit up masing-masing sebanyak 100 kali.

Sekitar pukul 21.40 WIB, tiga rekan seangkatan MTS, yakni Serda JM, Serda MAD, dan Serda AH, datang ke lokasi.

Menurut Puspomau, situasi kemudian berkembang menjadi kekerasan terhadap Ahmad. Serda JM disebut memukul Ahmad karena menganggapnya sebagai prajurit paling senior dibandingkan ZN dan RP. JM disebut beranggapan bahwa Ahmad sebagai senior seharusnya dapat menasihati dan mengajarkan perilaku yang sopan kepada juniornya.

Tiga Pukulan ke Bagian Dada

Kekerasan terhadap Ahmad terjadi sekitar pukul 23.05 WIB.

“Pada pukul 23.05 WIB, Serda JM mulai melakukan pemukulan kepada korban almarhum Serda Ahmad Muzamil Fariza. Sebenarnya hanya sebanyak tiga kali itu dengan tangan kosong, dengan posisi tangannya itu adalah terkepal dan dipukulkan ke dada korban,” kata Daan.

Menurut Daan, kondisi Ahmad langsung memburuk setelah pukulan ketiga.

“Setelah menerima pukulan ketiga, korban langsung jongkok dan lemas, terjatuh. Kemudian berikutnya langsung pingsan.”

Para prajurit yang berada di lokasi kemudian panik dan berupaya membuat Ahmad kembali sadar. Mereka mengoleskan minyak angin atau balsem pada bagian hidung serta membasuh wajah dan tubuh korban menggunakan air. Namun, Ahmad tetap tidak sadarkan diri.

Dibawa ke Rumah Sakit

Sekitar pukul 23.35 WIB, Ahmad kemudian dibawa menggunakan mobil dinas menuju fasilitas kesehatan. “Karena korban tetap tidak sadarkan diri, karena panik kemudian pada pukul 23.35 WIB korban dibawa oleh pelaku dengan menggunakan mobil dinas ke IGD Rumah Sakit UIN Syarif Hidayatullah atau pun Rumah Sakit Haji di Pondok Gede, Jakarta Timur karena memang paling dekat posisinya di sana lewat belakang,” kata Daan.

Sekitar 10 menit kemudian, setelah mendapat penanganan di IGD, Ahmad dinyatakan meninggal dunia.

Dalam perkembangan penyidikan, Puspomau telah menetapkan empat prajurit TNI AU sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Mereka adalah Serda MTS, Serda MAD, Serda JM, dan Serda AH. Selain Ahmad, dua prajurit lain, yakni Serda ZN dan Serda RP, juga disebut menjadi korban dalam rangkaian peristiwa tersebut.

Puspomau masih melanjutkan proses penyidikan untuk mengungkap peran masing-masing tersangka dalam rangkaian kekerasan yang berujung pada kematian Ahmad. (*)

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Warga Muara Badak Resahkan Rehabilitasi Jembatan Sambera yang Dinilai Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 24 Februari 2022, 21:32
Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Kamis, 9 Juni 2022, 23:48
H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

Jumat, 1 April 2022, 10:02
Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Rabu, 9 Maret 2022, 22:17
Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

0
Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

0
DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

0
HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

0
KPK Tetapkan 8 Tersangka dalam OTT Kasus Dugaan Korupsi HGB di Bogor

Soal Peluang KPK Periksa Nusron Wahid dalam Kasus Suap HGB, Tunggu Hasil Penyidikan

Rabu, 16 September 2026, 21:37
Prabowo Perintahkan Investigasi Tragedi KMP Virgo Transport 8

Prabowo Perintahkan Investigasi Tragedi KMP Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026, 21:19
Puspomau Ungkap Kronologi Kematian Serda Ahmad, Dipukul Tiga Kali di Dada

Puspomau Ungkap Kronologi Kematian Serda Ahmad, Dipukul Tiga Kali di Dada

Rabu, 16 September 2026, 21:07
Rumor Mobilisasi Perang Kembali Merebak di Rusia, Putin Berulang Kali Membantah

Ukraina dan Rusia Siap Kembali Berunding pada Oktober, Isu Wilayah Tetap Jadi Hambatan

Rabu, 16 September 2026, 20:45

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1483441
Users Today : 512
Total Users : 1483441
Views Today : 1004
Total views : 6884481
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com