Infobenua.com, Zurich — Perselisihan antara FIFA dan UEFA semakin memanas setelah badan sepak bola dunia tersebut menuduh federasi sepak bola Eropa menjalankan “kampanye pencemaran nama baik” serta “berupaya mencari-cari kesalahan” terhadap FIFA dan Presiden Gianni Infantino.
Konflik kedua organisasi tersebut berkaitan dengan rencana FIFA membentuk dan menjual sebagian kepemilikan atas hak komersialnya melalui FIFA Forward Enterprise (FFE).
UEFA sebelumnya mengajukan ex parte application ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat di New York untuk memperoleh kesaksian dan dokumen dari sejumlah pihak yang berada di Amerika Serikat.
Bahan yang dikumpulkan UEFA disebut akan digunakan dalam proses pidana yang kemungkinan berlangsung di Swiss, tempat FIFA dan UEFA sama-sama berkedudukan.
FIFA kemudian meminta Pengadilan Distrik AS di Colorado untuk mengizinkannya ikut dalam perkara tersebut. Langkah itu ditempuh agar proses pengumpulan bukti yang diminta UEFA dapat ditunda atau dihentikan.
Dalam dokumen yang diajukan ke pengadilan pada Kamis (3/9), FIFA membantah tuduhan UEFA dan mempertanyakan dasar permohonan tersebut.
“Bukti permohonan yang disampaikan memang berupa dokumen dengan judul perkara dan nomor registrasi. Namun kenyataannya, dokumen tersebut hanya sekadar siaran pers yang bertujuan mengampanyekan pencemaran nama baik dari UEFA terhadap FIFA dan kepemimpinannya,” demikian pernyataan FIFA dalam dokumen tersebut.
Perselisihan bermula dari kekhawatiran UEFA mengenai pembentukan FFE, lembaga yang dirancang untuk mengelola hak komersial Piala Dunia bersama para investor.
Menurut UEFA, FIFA membentuk FFE tanpa konsultasi yang memadai dengan 211 asosiasi anggota maupun badan-badan internal FIFA.
UEFA bahkan memperingatkan kemungkinan memboikot Piala Dunia jika rencana tersebut tetap dijalankan. Ancaman itu berpotensi berdampak terhadap penyelenggaraan Piala Dunia putra maupun putri karena sebagian besar negara Eropa merupakan anggota UEFA.
FIFA memiliki pandangan berbeda. Organisasi tersebut menilai UEFA berusaha menghambat pembentukan FFE untuk mempertahankan dominasi sepak bola Eropa terhadap industri sepak bola global.
Perselisihan tersebut juga meningkatkan tekanan terhadap Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027.
Infantino, yang berasal dari Swiss, berencana mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat. Namun, sejumlah negara mulai menyatakan keberatan terhadap kemungkinan dirinya kembali memimpin FIFA.
Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) serta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah menyuarakan keberatan terhadap kepemimpinan Infantino. Sementara itu, konfederasi sepak bola Amerika Selatan dan Afrika disebut masih memberikan dukungan kepadanya.
UEFA juga mendesak dilakukannya “peninjauan eksternal secara independen” untuk menyelidiki proses munculnya proposal pembentukan FFE.
“FIFA tidak bisa melakukan investigasi secara mandiri dan berharap komunitas sepak bola menerima begitu saja kesimpulan yang mereka hasilkan,” ujar UEFA. (*)


















Users Today : 1011
Total Users : 1464685
Views Today : 2338
Total views : 6845963