Ket foto Ketua Komisi 11 ,Iswandi
Infobenua.com Samarinda – Persoalan Pasar Pagi Samarinda dinilai tidak akan selesai hanya dengan satu kali pertemuan.
Komisi II DPRD Kota Samarinda mendorong adanya forum komunikasi yang digelar secara rutin antara pemerintah dan pedagang agar berbagai kendala dapat segera diketahui dan ditangani sebelum berkembang menjadi persoalan baru.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menilai keterbukaan yang muncul dalam pertemuan bersama pedagang menjadi modal awal untuk membangun hubungan yang lebih baik.
Menurutnya, komunikasi menjadi salah satu kunci agar pemerintah dan pedagang memiliki pemahaman yang sama dalam melihat kondisi Pasar Pagi.
“Yang terpenting dari pertemuan tadi adalah suasananya sudah mencair. Selama ini persoalannya banyak berkaitan dengan komunikasi. Karena itu, saya sudah beberapa kali menekankan pentingnya komunikasi,” ujar Iswandi, Selasa (1/9/2026), usai bertemu dengan pedagang Pasar Pagi.
Ia mengusulkan Dinas Perdagangan Samarinda bersama perwakilan pedagang tidak menunggu munculnya masalah untuk kembali duduk satu meja. Evaluasi rutin dapat dilakukan sekitar dua pekan sekali sebagai sarana untuk memantau perkembangan dan menampung keluhan secara langsung.
Menurut Iswandi, penyelesaian persoalan Pasar Pagi membutuhkan proses yang bertahap. Berbagai kendala yang ada perlu dibicarakan satu per satu dengan melibatkan pihak yang memiliki kewenangan, sehingga solusi yang dihasilkan tidak bersifat sementara.
“Saya yakin pertemuan tidak cukup hanya satu atau dua kali. Bisa empat atau lima kali, sampai persoalan-persoalan yang ada di Pasar Pagi benar-benar bisa diselesaikan,” katanya.
Namun, ia meminta pembahasan ke depan tidak terus berkutat pada persoalan masa lalu. Pemerintah dan pedagang harus mulai mengarahkan energi pada upaya menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan Pasar Pagi.
“Intinya, kita tidak perlu lagi terlalu banyak membicarakan persoalan ke belakang. Kita ingin berbicara ke depan, bagaimana Pasar Pagi bisa kembali ramai, ekonomi bergerak, pedagang senyum, dan pembeli juga ramai,” tuturnya.
Iswandi menilai komunikasi yang berjalan secara konsisten akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Pemerintah dapat memperoleh informasi langsung mengenai kebutuhan di lapangan, sementara pedagang memiliki ruang untuk menyampaikan kendala sekaligus memberikan masukan terhadap kebijakan yang akan diterapkan.
Ia berharap pola komunikasi tersebut dapat menjadi kebiasaan baru dalam pengelolaan Pasar Pagi. Tidak hanya menjadi forum penyelesaian masalah, pertemuan rutin juga diharapkan mampu menjadi ruang evaluasi untuk melihat perkembangan pasar dari waktu ke waktu.
Dengan komunikasi yang lebih terbuka dan evaluasi yang berkelanjutan, DPRD Samarinda berharap persoalan di Pasar Pagi dapat diselesaikan secara bertahap. Pada saat yang sama, aktivitas perdagangan di kawasan tersebut diharapkan kembali tumbuh sehingga pedagang dan masyarakat sama-sama mendapatkan manfaat.
Penulis : Dani
Editor : Eka mandiri


















Users Today : 280
Total Users : 1462248
Views Today : 794
Total views : 6840181