Teks foto: General Manager Lembuswana, Yulius GK
InfoBenua.com, Samarinda– Sejumlah brand nasional mulai menjajaki peluang membuka gerai di Mall Lembuswana Samarinda. Pengelola menyebut, sejak pengelolaan baru berjalan, beberapa unit yang sebelumnya kosong mulai diminati calon tenant dari berbagai sektor.
General Manager Lembuswana, Yulius GK, mengatakan calon penyewa yang telah melakukan komunikasi berasal dari sektor makanan dan minuman, fashion, ritel, hingga hiburan.
Beberapa nama besar seperti Mr DIY, J.CO, CGV, dan Excelso disebut masuk dalam daftar tenant yang tertarik mengisi area di Lembuswana.
“Peminatnya banyak. Ada yang sudah menghubungi, tinggal kami sesuaikan dengan layout dan konsep kerja samanya,” ujar Yulius.
Menurutnya, sektor makanan dan minuman menjadi salah satu yang paling banyak diminati saat ini. Salah satu unit bekas tenant sebelumnya bahkan telah dilirik oleh calon penyewa dari bidang F&B.
Tidak hanya itu, area yang sebelumnya digunakan tenant fashion juga mulai mendapat perhatian. Bankaltimtara disebut berencana menghadirkan konsep lounge yang berbeda dari fasilitas perbankan pada umumnya.
“Bankaltimtara mau membuat lounge seperti di bandara. Konsep seperti ini menjadi yang pertama di mall,” kata Yulius.
Ia menjelaskan, masuknya tenant nasional membutuhkan proses yang tidak singkat. Mulai dari pembahasan harga, konsep kerja sama, kebutuhan ruang, hingga persiapan pembangunan harus melalui beberapa tahap.
Untuk tenant besar seperti bioskop, prosesnya bisa memakan waktu hingga satu tahun sebelum benar-benar beroperasi.
“Biasanya tenant nasional butuh waktu enam bulan sampai satu tahun. Mereka melihat lokasi, luas area, kerja sama, dan kebutuhan lainnya,” jelasnya.
Dari sisi harga sewa, Yulius menyebut tarif yang ditawarkan masih kompetitif dibandingkan pusat perbelanjaan lain. Untuk area dalam mall, lantai satu dibanderol sekitar Rp230 ribu per meter persegi per bulan, lantai dua sekitar Rp180 ribu per meter persegi per bulan, dan lantai tiga sekitar Rp130 ribu per meter persegi per bulan.
Sementara biaya layanan atau *service charge* berada di angka Rp120 ribu per meter persegi per bulan untuk seluruh lantai. Untuk ruko, harga sewa berkisar Rp90 juta hingga Rp120 juta per tahun, tergantung posisi dan lokasi.
“Kalau melihat lokasinya di pusat kota, harga tersebut masih cukup terjangkau,” ujarnya.
Selain mengejar kehadiran tenant baru, pengelola juga mengandalkan tingginya aktivitas kawasan Lembuswana. Berdasarkan data saat serah terima pengelolaan, kendaraan yang masuk mencapai sekitar 2.500 unit roda dua dan hampir 3.000 unit roda empat per hari.
Yulius mengatakan tingginya mobilitas tersebut tidak hanya berasal dari aktivitas mall, tetapi juga keberadaan layanan lain seperti perbankan dan telekomunikasi.
“Lembuswana bukan hanya mall, ada banyak aktivitas lain di kawasan ini. Jadi ketika traffic meningkat, tentu berdampak juga bagi tenant,” katanya.
Saat ini, jumlah tenant di area dalam mall sekitar 60 unit, sedangkan ruko mencapai sekitar 190 unit. Pengelola juga melakukan penataan ulang area untuk memperbaiki alur pengunjung dan mendorong aktivitas bisnis di setiap lantai.
Yulius optimistis kehadiran tenant baru dan penataan kawasan dapat membuat aktivitas Lembuswana kembali meningkat.
“Strateginya kami tata bertahap. Tenant yang bisa menarik pengunjung akan membantu area lain ikut berkembang,” demikian Yulianus.
Penulis : Frida | Editor : Eka Mandiri


















Users Today : 544
Total Users : 1445257
Views Today : 2193
Total views : 6783855