InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Pakta Pertahanan Makkah Saudi-Turki-Pakistan Picu Perhatian India

by Hery Kuswoyo
Rabu, 19 Agustus 2026, 22:25
in Internasional
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif (ka.) bersama Putera Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (tengah) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (ki.) usai ratifikasi Pakta Pertahanan di Makkah, Jumat (7/8). Foto: Saudi Press Agency/APA Images/ZUMA/picture alliance

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif (ka.) bersama Putera Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (tengah) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (ki.) usai ratifikasi Pakta Pertahanan di Makkah, Jumat (7/8). Foto: Saudi Press Agency/APA Images/ZUMA/picture alliance

Bagikan

Infobenua.com, New Delhi — Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah yang diteken Arab Saudi, Turki, dan Pakistan pada 7 Agustus menambah dinamika baru dalam arsitektur keamanan Timur Tengah sekaligus menarik perhatian India.

Kesepakatan tersebut lahir di tengah perang Iran dan meningkatnya ketidakpastian mengenai struktur keamanan kawasan. Arab Saudi dinilai sedang memperluas pilihan strategisnya di tengah keraguan terhadap keandalan komitmen keamanan Amerika Serikat. Turki berupaya memperbesar pengaruh regional, sementara Pakistan memiliki kepentingan memperluas peran keamanan di Teluk dengan memanfaatkan hubungan militernya yang telah lama terjalin dengan Riyadh.

Pakta tersebut menetapkan prinsip pertahanan kolektif. Serangan bersenjata terhadap salah satu negara anggota akan diperlakukan sebagai serangan terhadap ketiga negara.

Kesepakatan itu sekaligus memformalkan hubungan pertahanan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Pakistan telah melatih dan memberikan dukungan kepada militer Arab Saudi selama beberapa dekade. Sementara hubungan pertahanan Riyadh-Ankara berkembang melalui pertukaran militer dan berbagai bentuk kerja sama.

Bagi India, perkembangan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan bertambahnya kemampuan strategis Pakistan di kawasan yang memiliki arti penting bagi kepentingan ekonomi dan keamanan New Delhi.

Arab Saudi merupakan salah satu mitra penting India di bidang energi dan investasi. Sementara Teluk dan Laut Merah memiliki posisi strategis bagi perdagangan serta ketahanan energi India.

Dinilai Belum Mengubah Keseimbangan

Sejumlah analis India menilai pakta tersebut belum akan mengubah keseimbangan regional secara signifikan dalam waktu dekat. Namun, ada pula pandangan bahwa kesepakatan tersebut merupakan peringatan bagi New Delhi untuk memperkuat kehadiran keamanan di kawasan.

Mantan Komisaris Tinggi India untuk Pakistan, Ajay Bisaria, menilai dampak pakta tersebut terhadap persaingan India-Pakistan kemungkinan terbatas.

“Pakta Makkah tak lebih berharga dari kertas yang digunakan untuk menulisnya,” kata Bisaria kepada DW.

Menurut dia, kesepakatan terbaru tersebut tidak banyak berbeda dari pakta pertahanan Saudi-Pakistan yang dibuat sebelumnya dan dinilai lebih memiliki arti simbolis.

“Pakta itu tidak banyak mengubah keadaan dibandingkan pakta pertahanan Saudi-Pakistan tahun lalu, sebuah pengaturan yang hanya terbukti memiliki nilai simbolis bagi Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Saat itu Riyadh sedang terguncang oleh rapuhnya payung keamanan Amerika,” ujarnya.

Bisaria juga tidak melihat pakta tersebut akan mengubah sikap Riyadh secara mendasar apabila kembali terjadi krisis antara India dan Pakistan.

“Bagi India, pakta ini perlu dipantau, tapi bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan,” kata Bisaria.

“Jika terjadi lagi serangan teroris dari Pakistan, situasinya kemungkinan tidak akan jauh berbeda dari Operasi Sindoor, kecuali mungkin retorika yang lebih keras,” ujarnya.

Ia merujuk Operasi Sindoor, yang dilancarkan India sebagai respons terhadap serangan terhadap wisatawan di Kashmir pada 2025. New Delhi menuduh serangan tersebut dilakukan oleh militan yang mendapat dukungan Pakistan, sementara Islamabad membantah keterlibatannya. Bisaria memperkirakan Turki akan tetap memasok kemampuan militer kepada Pakistan, sedangkan Arab Saudi cenderung mengambil posisi sebagai mediator.

“Turki akan terus memasok drone dan peralatan kepada Pakistan. Sementara itu, Saudi, alih-alih terburu-buru memosisikan diri sebagai pembela Pakistan, kemungkinan lebih memilih menawarkan jasa mereka, secara lebih vokal, sebagai mediator,” katanya.

Tara Kartha, mantan anggota Sekretariat Dewan Keamanan Nasional India, juga menilai New Delhi tidak perlu memberikan respons berlebihan.

“India tidak perlu terlalu mengkhawatirkan pakta Mekkah. Arab Saudi dan Turki nyaris tidak melihat kami sebagai pesaing strategis atau ‘musuh’,” kata Kartha kepada DW.

Menurut Kartha, sebagian besar hubungan pertahanan Pakistan dan Turki sebenarnya telah terbangun sebelum pakta tersebut ditandatangani.

“Industri pertahanan Turki yang tangguh tentu akan tersedia bagi para pihak dalam pakta ini,” ujarnya.

“Namun Pakistan dan Turki sudah memiliki hubungan pertahanan yang kuat, termasuk pengembangan bersama pesawat Kaan. Jadi, di lapangan sebenarnya tidak ada yang berubah, kecuali kemungkinan meningkatnya pendanaan bagi anggaran pertahanan Pakistan. Itu tentu masalah yang tidak mudah dihindari,” katanya.

India Diminta Perkuat Hubungan dengan Riyadh

Meski demikian, potensi peningkatan akses Pakistan terhadap sumber daya Saudi dan teknologi pertahanan Turki tetap menjadi perhatian New Delhi. Perkembangan tersebut dapat memengaruhi kalkulasi keamanan India dalam jangka panjang.

Di sisi lain, pakta pertahanan tersebut tidak secara otomatis menunjukkan bahwa Arab Saudi memilih Pakistan dan menjauh dari India. Riyadh selama ini membangun hubungan luas dengan New Delhi di bidang energi, investasi, perdagangan, dan politik.

Analis geopolitik Harsh Pant, wakil presiden Observer Research Foundation di New Delhi, mengatakan India perlu merespons perkembangan tersebut secara hati-hati tanpa bersikap pasif.

“Perbedaan kepentingan strategis di antara ketiga anggota dapat membatasi kekompakan pakta ini. Namun New Delhi harus memanfaatkan hubungannya sendiri dengan Riyadh untuk memperdalam kerja sama keamanan, intelijen, dan ekonomi,” kata Pant.

Menurut Pant, hubungan yang lebih erat dengan Riyadh dapat membantu India memastikan meningkatnya peran Pakistan di Teluk tidak berkembang menjadi pengaruh yang tidak proporsional. New Delhi juga perlu mencermati perkembangan kerja sama pertahanan Turki-Pakistan, terutama jika Pakistan memperoleh akses yang lebih luas terhadap drone, rudal, sistem peperangan elektronik, dan teknologi militer Turki lainnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India Randhir Jaiswal mengatakan pemerintah sedang mengkaji dampak pakta tersebut terhadap kepentingan nasional. New Delhi, kata dia, mempertimbangkan implikasinya “dari perspektif keamanan nasional India serta pertimbangan mengenai perdamaian dan stabilitas kawasan.”

“India tetap berkomitmen penuh untuk melindungi kepentingan nasionalnya dan akan mengambil semua langkah yang diperlukan dalam hal ini,” katanya.

Peringatan bagi New Delhi

Pakar strategi C. Raja Mohan menilai pakta trilateral tersebut mencerminkan persoalan yang lebih luas dalam pendekatan India terhadap Teluk. Kepentingan ekonomi India di kawasan tersebut meningkat, tetapi kehadiran keamanan dan militernya masih relatif terbatas.

“Bagi India, ini seharusnya menjadi peringatan bahwa New Delhi tidak bisa terus menjadi pemain yang terutama mengandalkan diplomasi dan ekonomi di Teluk. India membutuhkan jangkauan militer yang lebih besar di kawasan itu serta hubungan keamanan dan pertahanan yang lebih dalam dan praktis dengan negara-negara Timur Tengah secara individual,” kata Mohan.

Ia menilai ketidakseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kapasitas keamanan India semakin nyata.

“Kesenjangan antara kepentingan ekonomi India dan kehadiran militer-keamanannya yang terbatas semakin sulit diabaikan,” ujarnya.

Menurut Mohan, India dapat merespons dengan memperluas kerja sama pertahanan dan intelijen dengan Arab Saudi serta negara-negara Teluk lainnya, memperkuat keamanan maritim di Laut Arab dan Laut Merah, serta memantau perkembangan hubungan militer Pakistan-Turki. Namun, Mohan melihat pakta tersebut terutama sebagai strategi Arab Saudi untuk memperbanyak pilihan keamanan, bukan semata-mata sebagai upaya memperkuat Pakistan.

“Saya melihatnya lebih sebagai bukti bahwa negara-negara Arab masih belum mampu membangun sistem keamanan regional yang dapat diandalkan. Yang penting, ini menunjukkan Arab Saudi sedang melakukan lindung nilai terhadap ketidakpastian mengenai keandalan payung keamanan Amerika Serikat,” kata Mohan.(*)

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Warga Muara Badak Resahkan Rehabilitasi Jembatan Sambera yang Dinilai Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 24 Februari 2022, 21:32
Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Kamis, 9 Juni 2022, 23:48
H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

Jumat, 1 April 2022, 10:02
Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Rabu, 9 Maret 2022, 22:17
Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

0
Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

0
DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

0
HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

0
Gerak Cepat! Prajurit Brigif TP 85 Bersama Warga Berhasil Padamkan Karhutla di Kutai Barat

Gerak Cepat! Prajurit Brigif TP 85 Bersama Warga Berhasil Padamkan Karhutla di Kutai Barat

Jumat, 21 Agustus 2026, 17:19
Transformasi Kementerian ATR/BPN, 10 Kantah Mulai Terapkan Sistem Organisasi Berbasis Wilayah untuk Percepat Pelayanan bagi Masyarakat

Transformasi Kementerian ATR/BPN, 10 Kantah Mulai Terapkan Sistem Organisasi Berbasis Wilayah untuk Percepat Pelayanan bagi Masyarakat

Jumat, 21 Agustus 2026, 10:51
Transformasi Kementerian ATR/BPN, 10 Kantah Mulai Terapkan Sistem Organisasi Berbasis Wilayah untuk Percepat Pelayanan bagi Masyarakat

Transformasi Kementerian ATR/BPN, 10 Kantah Mulai Terapkan Sistem Organisasi Berbasis Wilayah untuk Percepat Pelayanan bagi Masyarakat

Jumat, 21 Agustus 2026, 10:48
Menteri Keuangan Siapkan Rp31 Triliun untuk PPPK Jadi ASN

Menteri Keuangan Siapkan Rp31 Triliun untuk PPPK Jadi ASN

Kamis, 20 Agustus 2026, 20:34

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1437481
Users Today : 1206
Total Users : 1437481
Views Today : 1843
Total views : 6768162
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com