Foto : Dishub Kota Samarinda saat turun langsung melakukan peninjauan di lokasi.
Infobenua.com, Samarinda – Antrean kendaraan yang mengular di SPBU Jalan Wahid Hasyim II kembali menuai keluhan masyarakat. Selain memicu kepadatan lalu lintas, kondisi tersebut dinilai menghambat aktivitas ekonomi karena akses menuju pertokoan dan warung di sekitar lokasi kerap tertutup kendaraan yang mengantre mengisi bahan bakar.
Persoalan itu menjadi perhatian Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda yang turun langsung melakukan peninjauan di lokasi pada Selasa (4/8/2026) malam.
Hasil pemantauan menunjukkan sejumlah pelaku usaha mengaku mengalami penurunan jumlah pelanggan lantaran kendaraan sulit keluar maupun masuk ke kawasan pertokoan.
Kepala Seksi Pengendalian dan Ketertiban Dishub Samarinda, Duri, mengatakan pihaknya menerima keluhan dari sedikitnya tujuh pemilik usaha yang terdampak antrean kendaraan di sekitar SPBU.
“Kami menerima aspirasi dari sekitar tujuh pemilik usaha yang mengaku akses ke toko mereka terganggu akibat antrean kendaraan. Karena itu kami meminta pengelola SPBU lebih aktif mengendalikan antrean,” ujarnya.
Dishub meminta pengelola SPBU memperketat pengaturan antrean dengan mengoptimalkan peran petugas keamanan. Pengawasan tidak hanya dilakukan di pintu masuk, tetapi juga hingga ke barisan belakang agar jalur menuju kawasan usaha masyarakat tetap terbuka.
“Sekuriti jangan hanya fokus di gerbang SPBU. Antrean harus dikendalikan sampai ke belakang sehingga akses menuju toko masyarakat tetap terbuka,” tegas Duri.
Selain penataan arus kendaraan, Dishub juga mendorong pengelola SPBU membangun komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat sekitar melalui ketua RT setempat. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap persoalan yang muncul dapat segera dicarikan solusi bersama.
Dalam inspeksi itu, petugas tidak menemukan indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi oleh kendaraan roda empat. Namun, dugaan praktik pengetap menggunakan sepeda motor masih menjadi perhatian dan akan ditindaklanjuti melalui pengawasan lanjutan.
“Untuk praktik pengetap ini tetap menjadi perhatian kami dan sewaktu-waktu akan dilakukan penertiban,” katanya.
Ke depan, Dishub akan memperkuat koordinasi bersama Satlantas Polresta Samarinda dan Satpol PP dalam melakukan pengawasan di sejumlah SPBU.
“Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan antrean yang lebih tertib, menjaga kelancaran arus lalu lintas, sekaligus memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan,” pungkasnya.
Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi

















Users Today : 679
Total Users : 1404170
Views Today : 1600
Total views : 6708565