Infobenua.com, Kumamoto – Tim penyelamat Jepang terus berpacu dengan waktu mencari korban yang masih diduga terjebak di bawah reruntuhan bangunan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Selasa (28/7) sore. Hingga Rabu (29/7), sedikitnya 18 orang dilaporkan tewas, puluhan lainnya terluka, sementara ribuan warga mengungsi.
Operasi pencarian difokuskan di pusat perbelanjaan yang mengalami kerusakan berat serta permukiman yang runtuh. Otoritas meyakini masih terdapat sejumlah korban yang belum berhasil dievakuasi sehingga jumlah korban jiwa diperkirakan masih dapat bertambah.
Media publik NHK melaporkan masih banyak orang terjebak di dalam pusat perbelanjaan yang ambruk. Sejumlah korban telah berhasil dievakuasi, termasuk seorang yang dilaporkan mengalami henti jantung dan pernapasan (cardiopulmonary arrest).
Menurut NHK, bangunan pusat perbelanjaan tersebut runtuh setelah terjadi ledakan yang diduga dipicu kebocoran gas akibat gempa.
Perdana Menteri Jepang, Takaichi, mengatakan seluruh sumber daya pemerintah telah dikerahkan untuk mempercepat proses penyelamatan.
“Hingga saat ini masih ada warga yang menunggu untuk diselamatkan dan kami sedang berpacu dengan waktu. Kami akan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk menyelamatkan sebanyak mungkin orang,” ujar Takaichi kepada wartawan, sehari setelah gempa terjadi.
Korban tewas tersebar di sejumlah lokasi. Sedikitnya dua orang meninggal setelah tertimpa reruntuhan pusat perbelanjaan di Kashima, sementara satu korban lainnya tewas akibat runtuhnya sebuah bangunan di kota yang berada dekat dengan pusat gempa.
Juru Bicara Pemerintah Jepang Minoru Kihara mengatakan sedikitnya tujuh orang mengalami luka berat, sedangkan 29 lainnya menderita luka ringan. Hingga Rabu pagi, sebanyak 9.186 warga telah mengungsi di 506 pusat evakuasi yang tersebar di lima prefektur, termasuk Kumamoto dan Fukuoka.
“Kami menerima laporan tujuh orang mengalami luka berat dan 29 orang mengalami luka ringan. Selain itu, hingga pukul 07.00 pagi waktu setempat, sebanyak 9.186 orang telah mengungsi di 506 pusat evakuasi yang tersebar di lima prefektur, termasuk Kumamoto dan Fukuoka,” kata Kihara.
Sementara itu, pemerintah masih mendata jumlah korban dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan gempa.
“Kami masih terus memeriksa data jumlah korban dan kerusakan properti, tapi saya telah menerima laporan bahwa sudah ada sejumlah data korban luka,” kata Takaichi.
Meski sempat memicu peringatan tsunami, otoritas memastikan ancaman tersebut telah berakhir. Otoritas Regulasi Nuklir Jepang juga menyatakan tidak menemukan gangguan pada tiga pembangkit listrik tenaga nuklir di sekitar wilayah terdampak.
Gempa turut menyebabkan pemadaman listrik yang sempat memengaruhi sekitar 45.000 rumah tangga dan fasilitas di wilayah Kyushu. Di sisi lain, sejumlah kawasan industri, termasuk fasilitas milik Sony dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), masih melakukan pemeriksaan terhadap kondisi operasional pascagempa.
Bagi Jepang, gempa tersebut kembali menjadi ujian terhadap kesiapan sistem tanggap darurat. Dengan masih banyaknya laporan warga yang belum ditemukan, fokus utama pemerintah saat ini adalah mempercepat pencarian dan evakuasi korban sebelum peluang penyelamatan semakin mengecil. (*)


















Users Today : 1304
Total Users : 1396962
Views Today : 2215
Total views : 6694292