Teks foto: Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi.
Infobenua.com.Samarinda —Pemerataan fasilitas pendidikan di Kota Samarinda masih menjadi pekerjaan rumah. Sekolah yang berada di wilayah pinggiran diminta mendapat perhatian yang sama dengan sekolah di kawasan pusat kota, mulai dari infrastruktur hingga dukungan teknologi pembelajaran.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Ismail Latisi mengatakan, pembangunan sektor pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada sekolah yang berada di kawasan perkotaan.
Pemerintah daerah perlu memastikan seluruh peserta didik mendapatkan fasilitas belajar yang layak.
“Jangan kemudian kita fokus hanya pada sekolah-sekolah yang ada di tengah kota, kemudian kita abai dengan sekolah yang ada di pinggiran,” kata Ismail (28/7/2026).
Menurutnya, masih terdapat sekolah di wilayah pinggiran yang membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana, termasuk ruang kelas yang belum permanen.
Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan upaya pemerintah mewujudkan kualitas pendidikan yang merata.
“Kita berharap sekolah pinggiran dapat diperhatikan. Jangan hanya fokus pada sekolah yang ada di ibu kota. Kita perlu meningkatkan sekolah pinggiran yang ruang kelasnya masih kayu agar menjadi permanen,” tegasnya.
Selain pembangunan fisik, Ismail juga mendorong peningkatan kualitas tenaga pendidik agar tidak terjadi kesenjangan mutu pembelajaran antara sekolah pusat kota dan wilayah pinggiran.
Ia menilai penerapan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru menjadi langkah positif karena dapat mengurangi anggapan adanya sekolah favorit yang selama ini membuat konsentrasi siswa menumpuk di sekolah tertentu.
“Dengan sistem zonasi, orang tua tidak lagi hanya mengejar sekolah unggulan yang ada di pusat kota,” ujarnya.
Di sisi lain, perkembangan teknologi pendidikan juga menjadi perhatian. Sekolah di kawasan pinggiran dinilai perlu mendapat dukungan fasilitas digital agar siswa memiliki akses pembelajaran yang setara.
Menurut Ismail, penggunaan buku digital menjadi salah satu solusi untuk mendukung proses belajar di era teknologi sekaligus memudahkan siswa memperoleh bahan pembelajaran.
“Saat ini kita sudah masuk di era digital. Sudah mulai meninggalkan hal-hal yang sifatnya manual. Dengan adanya buku digital ini tentu memudahkan siswa dalam belajar tidak perlu membawa banyak buku,” demikian Ismail.
Penulis Frida editor Eka mandiri

















Users Today : 987
Total Users : 1393963
Views Today : 2187
Total views : 6687758