InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak di Jerman Lampaui 17.000, Perlindungan di Dunia Digital Jadi Sorotan

by Hery Kuswoyo
Kamis, 23 Juli 2026, 20:36
in Internasional
Ilustrasi

Ilustrasi

Bagikan

Infobenua.com, Berlin — Kepolisian Jerman mencatat lebih dari 17.000 kasus kekerasan seksual terhadap anak sepanjang tahun terakhir, dengan peningkatan juga terjadi pada kejahatan pornografi anak dan pelecehan seksual tanpa kontak fisik. Di tengah tren tersebut, organisasi pendamping korban menyerukan penguatan perlindungan bagi anak dan remaja, khususnya di ruang digital.

Salah satu organisasi yang aktif menangani persoalan ini adalah Zartbitter e.V., lembaga nirlaba yang selama hampir 40 tahun memberikan layanan pendampingan bagi korban kekerasan seksual anak dan remaja di Cologne, Jerman bagian barat. Selain menyediakan konseling, organisasi tersebut juga menjalankan program edukasi di sekolah dan pementasan drama bertema pencegahan kekerasan seksual.

Psikolog Zartbitter, Leonie Kirschstein, menilai angka resmi kepolisian belum menggambarkan kondisi sebenarnya karena banyak kasus yang tidak pernah dilaporkan kepada aparat.

“Statistik kriminal hanya mencakup kasus-kasus yang dilaporkan kepada polisi. Namun, hal ini tidak mencakup kasus-kasus yang kami tangani setiap hari, seperti kekerasan seksual antarteman sebaya. Dalam banyak kasus, kejadian seperti ini sama sekali tidak dilaporkan, terutama ketika korbannya masih sangat kecil. Kelompok ini merupakan porsi terbesar dari kasus yang kami tangani dalam proses konseling.”

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan hingga satu juta anak dan remaja di Jerman pernah atau sedang mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh orang dewasa. Estimasi tersebut berarti rata-rata terdapat satu hingga dua korban di setiap ruang kelas sekolah di negara itu.

Kirschstein, yang berfokus pada psikoterapi anak dan remaja, mengatakan organisasinya menerima laporan kasus baru hampir setiap hari, terutama dari orang tua yang mencari konsultasi awal.

“Kami menerima kasus baru setiap hari; terutama para orang tua yang menghubungi kami untuk konsultasi awal. Sayangnya, saya masih sangat sering menemui para korban yang bertanya-tanya apakah mereka sendiri melakukan sesuatu yang salah, misalnya apakah mereka sudah mengatakan ‘tidak’ dengan jelas dan apakah penolakan mereka dipahami sebagai penolakan oleh pelaku.”

Temuan tersebut sejalan dengan Laporan Situasi Nasional tentang Kejahatan Seksual terhadap Anak dan Remaja 2025 yang dirilis di Berlin pada 21 Juli.

Laporan itu menunjukkan jumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah usia 14 tahun meningkat menjadi 17.126 kasus, naik dari 16.354 kasus pada 2024. Selain itu, aparat juga mencatat rekor tertinggi untuk tindak pidana yang melibatkan materi pornografi anak dan pelecehan seksual terhadap anak tanpa kontak fisik.

Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt mengatakan tingginya angka kejahatan tersebut menunjukkan perlunya peningkatan perlindungan terhadap anak, terutama di lingkungan digital.

“Tingginya jumlah kasus pelecehan seksual terhadap anak dan remaja menunjukkan bahwa kita harus melindungi anak-anak dengan lebih baik, terutama di dunia digital,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya memperkuat kemampuan aparat penegak hukum dalam mengidentifikasi pelaku kejahatan siber.

“Pelaku tidak boleh merasa aman dan bersembunyi di balik anonimitas internet. Dalam memerangi kejahatan yang menjijikkan ini, aparat penegak hukum memerlukan alat yang efektif, seperti penyimpanan alamat IP, untuk mengidentifikasi pelaku, menuntut mereka secara konsisten, dan menghentikan kekerasan yang masih berlangsung,” kata Dobrindt kepada media.

Pemerintah Jerman saat ini tengah mendorong rancangan undang-undang yang memungkinkan penyimpanan alamat IP selama tiga bulan sebagai bagian dari upaya memperkuat penegakan hukum terhadap kejahatan siber. Dobrindt menyatakan optimistis regulasi tersebut dapat disahkan paling cepat pada musim gugur tahun ini.

Selain itu, ia mengusulkan pembentukan jabatan Komisaris Eropa untuk Pencegahan Kekerasan Seksual terhadap Anak dan Remaja.

Presiden Kantor Polisi Kriminal Federal (BKA), Holger Münch, turut memperingatkan meningkatnya praktik cybergrooming, yakni upaya orang dewasa membangun hubungan dengan anak melalui internet untuk tujuan eksploitasi seksual.

“Lebih dari 98% pelaku adalah laki-laki, dengan usia rata-rata sekitar 24 tahun. Korban sebagian besar adalah perempuan dengan usia rata-rata sedikit di bawah 12 tahun. Faktor risiko utamanya adalah kurangnya kesadaran akan bahaya perilaku mereka sendiri di dunia maya. Pelaku remaja biasanya bertindak karena bosan atau sekadar mengisi waktu luang, sedangkan pelaku dewasa umumnya memiliki motif seksual dan secara khusus menargetkan anak di bawah umur,” kata Münch.

Ia menambahkan bahwa praktik tersebut dalam banyak kasus berlanjut menjadi pertemuan langsung yang berujung pada kekerasan seksual.

Sementara itu, Komisioner Federal Independen Jerman untuk Penanganan Kekerasan Seksual terhadap Anak dan Remaja, Kerstin Claus, meminta perlindungan hukum yang lebih kuat bagi remaja.

“Kasus sextortion meningkat secara dramatis, dan cybergrooming kini memengaruhi hampir 1 dari 3 remaja berusia 14 hingga 17 tahun,” katanya. “Namun, hingga saat ini, tindakan tersebut belum dikategorikan sebagai tindak pidana.”

Claus menilai belum diakuinya praktik tersebut sebagai tindak pidana menyebabkan kasus-kasus yang terjadi tidak tercermin dalam statistik resmi sehingga kurang menjadi perhatian dalam kebijakan penegakan hukum.

“Karena itu, remaja harus dilindungi dari cybergrooming, dan sextortion harus diklasifikasikan sebagai bentuk tersendiri dari kejahatan seksual. Laporan situasi nasional bahkan belum mampu menggambarkan besarnya kekerasan seksual yang dialami anak muda setiap hari di dunia maya,” ujarnya, memperingatkan. (*)

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Warga Muara Badak Resahkan Rehabilitasi Jembatan Sambera yang Dinilai Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 24 Februari 2022, 21:32
Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Kamis, 9 Juni 2022, 23:48
H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

Jumat, 1 April 2022, 10:02
Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Rabu, 9 Maret 2022, 22:17
Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

0
Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

0
DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

0
HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

0
Rutan Tanjung Pura Gelar Upacara Hari Anak Nasional 2026, Teguhkan Komitmen Lindungi Anak

Rutan Tanjung Pura Gelar Upacara Hari Anak Nasional 2026, Teguhkan Komitmen Lindungi Anak

Jumat, 24 Juli 2026, 2:33
Rutan Tanjung Pura Gagalkan Penyelundupan Sabu Lewat Pengunjung, Satu Warga Binaan Terlibat

Rutan Tanjung Pura Gagalkan Penyelundupan Sabu Lewat Pengunjung, Satu Warga Binaan Terlibat

Jumat, 24 Juli 2026, 0:33
Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak di Jerman Lampaui 17.000, Perlindungan di Dunia Digital Jadi Sorotan

Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak di Jerman Lampaui 17.000, Perlindungan di Dunia Digital Jadi Sorotan

Kamis, 23 Juli 2026, 20:36
Tarif Baru AS terhadap Brasil Berlaku, Ketegangan Dagang Global Kembali Meningkat

Tarif Baru AS terhadap Brasil Berlaku, Ketegangan Dagang Global Kembali Meningkat

Kamis, 23 Juli 2026, 20:23

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1386260
Users Today : 1125
Total Users : 1386260
Views Today : 2753
Total views : 6669957
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com