InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Perang AS-Iran Meluas ke Laut Merah, Ancaman terhadap Jalur Minyak Dunia Kian Meningkat

by Hery Kuswoyo
Rabu, 22 Juli 2026, 22:59
in Internasional
Bagikan

Infobenua.com — Eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin meluas dengan melibatkan jalur pelayaran strategis dunia setelah kelompok Houthi di Yaman mengumumkan blokade terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Arab Saudi di Laut Merah. Perkembangan terbaru ini meningkatkan risiko gangguan terhadap pasokan energi global sekaligus memunculkan kembali upaya diplomasi Pakistan untuk mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas.

Selain terus saling melancarkan serangan udara, Washington dan Teheran juga berselisih mengenai keamanan pelayaran di Selat Hormuz, jalur yang menjadi lintasan utama perdagangan minyak dunia.

Pemerintah AS menuduh Iran berupaya mengendalikan lalu lintas kapal di Selat Hormuz dengan mengarahkan kapal-kapal komersial ke jalur pelayaran yang berada dekat wilayah pantainya serta membebankan biaya kepada kapal yang melintas. Serangkaian serangan terhadap kapal tanker dalam beberapa hari terakhir turut memperbesar kekhawatiran mengenai keamanan distribusi energi dunia.

“Jika kita menciptakan preseden bahwa sebuah negara dapat memutuskan untuk mengendalikan jalur pelayaran internasional, memungut biaya, dan menghancurkan kapal yang menolak membayar, maka itu akan menjadi preseden yang sangat berbahaya,” kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Tekanan terhadap perdagangan internasional bertambah setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengumumkan blokade laut terhadap kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb pada Selasa (21/7). Kelompok tersebut menyatakan akan menyerang kapal yang mengangkut maupun membongkar minyak Saudi, sehingga ancaman kini membayangi dua jalur pelayaran energi paling penting di dunia secara bersamaan.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pemerintahannya siap mengambil langkah apabila Houthi merealisasikan ancaman tersebut.

“Sejauh ini itu belum terjadi. Jika hal seperti itu terjadi, kami akan menanganinya,” kata Trump.

Ketidakpastian di Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb mendorong kekhawatiran terhadap rantai pasok global serta mengangkat kembali harga minyak mentah Brent hingga menembus kisaran US$90 per barel.

Situasi tersebut juga menjadi perhatian dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN di Manila, Rabu (22/7). Dalam forum itu, Rubio menegaskan bahwa upaya Iran mengendalikan Selat Hormuz berpotensi menciptakan preseden yang membahayakan kebebasan navigasi internasional.

“Jika kita menciptakan preseden bahwa sebuah negara dapat memutuskan untuk mengendalikan jalur pelayaran internasional, memungut biaya, dan menghancurkan kapal yang menolak membayar, maka itu akan menjadi preseden yang sangat berbahaya dan bisa terulang di kawasan lain, termasuk kawasan ini,” kata Rubio.

Ia menilai praktik semacam itu dapat mendorong negara lain mengambil langkah serupa terhadap jalur pelayaran internasional di kawasan Indo-Pasifik. Karena itu, Amerika Serikat menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan negara-negara ASEAN dalam menjaga keamanan maritim meskipun fokus Washington saat ini tertuju pada konflik dengan Iran.

Di sela-sela pertemuan ASEAN, Rubio juga menghadiri forum menteri luar negeri negara-negara Quad yang terdiri atas Amerika Serikat, Australia, India, dan Jepang. Keempat negara kembali menegaskan pentingnya mempertahankan kebebasan navigasi di kawasan Indo-Pasifik.

Sementara itu, Pakistan kembali berupaya memainkan peran diplomatik dengan menjadi penghubung antara Washington dan Teheran. Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni mengunjungi Islamabad pada Selasa (21/7) dan mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif, Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi, serta Panglima Angkatan Darat Jenderal Asim Munir.

Seorang diplomat yang dikutip kantor berita dpa mengatakan Pakistan berupaya mencegah konflik berkembang lebih luas.

“Pakistan kembali mulai memainkan peran sebagai mediator untuk menghentikan perang agar tidak meluas.”

Menurut sumber intelijen, Islamabad juga mendorong Iran membuka kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan.

Di tengah langkah diplomatik tersebut, Pakistan mengajukan permohonan fasilitas stabilisasi devisa senilai US$10 miliar kepada Departemen Keuangan AS. Dana itu diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa, menjaga stabilitas nilai tukar rupee, serta mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan multilateral di tengah pelaksanaan program reformasi ekonomi yang didukung Dana Moneter Internasional (IMF).

Di kawasan Timur Tengah, sejumlah negara seperti Yordania, Bahrain, dan Kuwait meningkatkan kewaspadaan setelah Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran.

Meski jalur diplomasi masih terus diupayakan, Washington menunjukkan kesiapan menghadapi konflik berkepanjangan. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan kepada Senat bahwa perang melawan Iran sejauh ini telah menghabiskan biaya sekitar US$37,5 miliar. Pentagon juga meminta tambahan anggaran kepada Kongres untuk mendukung kelanjutan operasi militer sekaligus mengisi kembali persediaan persenjataan.

Pemerintahan Presiden Donald Trump menegaskan tekanan terhadap Iran akan terus berlanjut selama Teheran tidak mengubah sikapnya. Pada saat yang sama, Trump menyampaikan komitmen AS membantu Lebanon menjaga stabilitas di tengah meningkatnya ketegangan regional.

Dalam pertemuannya dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun, Trump juga mengumumkan rencana pembukaan kembali penerbangan langsung antara Amerika Serikat dan Lebanon untuk pertama kalinya sejak 1985 sebagai bagian dari dukungan terhadap pemulihan ekonomi negara tersebut.

Trump kembali mengingatkan Houthi agar tidak mengganggu kebebasan pelayaran internasional di Laut Merah. Ia menegaskan Washington akan mengambil tindakan apabila kelompok itu benar-benar menutup jalur pelayaran tersebut.

Hingga kini, berbagai upaya diplomasi belum menunjukkan tanda-tanda bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran akan segera mereda. Ancaman terhadap Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb diperkirakan tetap menjadi faktor utama yang membayangi perdagangan global, pasokan energi, dan stabilitas ekonomi dunia. (*)

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Warga Muara Badak Resahkan Rehabilitasi Jembatan Sambera yang Dinilai Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 24 Februari 2022, 21:32
Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Kamis, 9 Juni 2022, 23:48
H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

Jumat, 1 April 2022, 10:02
Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Rabu, 9 Maret 2022, 22:17
Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

0
Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

0
DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

0
HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

0
Kesepakatan Logam Tanah Jarang AS-Lynas Tuai Penolakan di Malaysia karena Isu Palestina

Kesepakatan Logam Tanah Jarang AS-Lynas Tuai Penolakan di Malaysia karena Isu Palestina

Rabu, 22 Juli 2026, 23:30
Jurnalis DW Kembali Ditangkap di Turki Dua Bulan Setelah Dibebaskan Bersyarat

Jurnalis DW Kembali Ditangkap di Turki Dua Bulan Setelah Dibebaskan Bersyarat

Rabu, 22 Juli 2026, 23:16
BI Balikpapan Perkuat Ekosistem Digital Lewat FENTURUN 2026, Dorong Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan

BI Balikpapan Perkuat Ekosistem Digital Lewat FENTURUN 2026, Dorong Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan

Rabu, 22 Juli 2026, 23:10
Perang AS-Iran Meluas ke Laut Merah, Ancaman terhadap Jalur Minyak Dunia Kian Meningkat

Perang AS-Iran Meluas ke Laut Merah, Ancaman terhadap Jalur Minyak Dunia Kian Meningkat

Rabu, 22 Juli 2026, 22:59

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1384848
Users Today : 1169
Total Users : 1384848
Views Today : 2829
Total views : 6666408
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com