Teks foto: Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud
Infobenua.com.Samarinda —Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang memenangkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam sengketa aset SMAN 10 Samarinda bukan untuk menentukan pihak yang menang atau kalah.
Menurutnya, kepastian hukum tersebut harus menjadi pijakan untuk memastikan siswa mendapatkan pendidikan yang lebih baik.
“Terkait putusan PTUN, tidak ada kemenangan yang lebih besar selain melihat anak-anak Kaltim memperoleh pendidikan terbaik,” kata Rudy saat meninjau SMAN 10 Samarinda, Selasa (21/7/2026).
Rudy mengatakan pemerintah menghormati seluruh proses hukum yang telah berlangsung.
Dengan adanya putusan tersebut, perhatian kini harus diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan, bukan lagi pada konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun.
“Hari ini saya datang untuk memastikan anak-anak kita bisa belajar dengan tenang. Kalau energi kita habis untuk konflik, anak-anak kita yang kehilangan waktu. Sekarang mari kita gunakan energi itu untuk memperbaiki pendidikan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk Yayasan Melati, untuk kembali membangun kolaborasi demi kepentingan peserta didik.
“Alhamdulillah, seluruh pihak termasuk Yayasan Melati, bersama-sama kita bisa memberikan pendidikan untuk generasi emas bagi Kaltim,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Kaltim Suparmi mengungkapkan Pemprov telah menerima informasi mengenai putusan PTUN yang memenangkan pemerintah dalam sengketa aset SMAN 10 Samarinda. Namun, salinan resmi putusan masih menunggu diterbitkan pengadilan.
“Alhamdulillah, baru tadi malam kami menerima kabar mengenai putusan PTUN ini. Namun, salinan resminya masih dalam proses,” katanya.
Menurut Rudy, kepastian hukum tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk melanjutkan penataan dan pengembangan SMAN 10 Samarinda, termasuk rencana transformasi sekolah itu menjadi Sekolah Garuda.
Ia menilai SMAN 10 memiliki potensi besar sebagai salah satu sekolah unggulan di Kalimantan Timur karena didukung lingkungan belajar yang representatif serta sistem pendidikan berasrama.
Karena itu, pemerintah akan terus melanjutkan pembenahan infrastruktur dan peningkatan kualitas pembelajaran agar sekolah tersebut mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Rudy menegaskan kepastian status aset tidak boleh berhenti sebagai kemenangan di ruang pengadilan.
Menurutnya, keputusan tersebut harus menjadi momentum untuk memastikan sekolah berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana sekolah ini terus berkembang dan mampu mencetak generasi emas Kalimantan Timur,” demikian Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.
Penulis Frida editor Eka mandiri



















Users Today : 1121
Total Users : 1386256
Views Today : 2729
Total views : 6669933