Ke foto : Pasar Pagi, salah satu pasar tradisional yang ada di Samarinda.
Infobenua.com Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda mulai mematangkan sejumlah langkah untuk mengembalikan aktivitas perdagangan di pasar tradisional yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami penurunan kunjungan pembeli. Kondisi tersebut dinilai berkaitan dengan melemahnya daya beli masyarakat yang turut memengaruhi perputaran ekonomi di tingkat pedagang kecil.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengatakan fenomena pasar tradisional yang kehilangan keramaian bukan hanya terjadi di Kota Tepian. Menurutnya, kondisi serupa juga terlihat di berbagai daerah lain di Indonesia.
Ia menuturkan penurunan aktivitas pasar menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama karena berdampak langsung terhadap pelaku usaha kecil yang menggantungkan pendapatan dari transaksi harian.
“Gejala ini tidak hanya terjadi di Samarinda. Saya melihat sendiri di daerah lain, bahkan di Jakarta, banyak pasar tradisional yang juga sepi pembeli. Ini menjadi tantangan yang harus kita sikapi bersama,” ujar Andi Harun pada Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, perlambatan aktivitas perdagangan dipicu sejumlah faktor ekonomi yang memengaruhi kemampuan masyarakat dalam berbelanja. Karena itu, diperlukan kebijakan yang tepat agar pasar tradisional kembali memiliki daya tarik dan mampu bersaing di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.
Andi Harun menilai dukungan pemerintah pusat melalui perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat perputaran ekonomi. Ketersediaan modal yang lebih mudah diakses diyakini akan membantu pelaku usaha meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong transaksi perdagangan.
Di sisi lain, Pemkot Samarinda juga tengah menyiapkan sejumlah skema yang akan difokuskan pada penguatan pasar tradisional. Namun, ia menegaskan setiap program harus melalui proses kajian dan pengujian secara matang sebelum diterapkan.
“Kami sedang menyusun perencanaan strategis. Tetapi sebuah rencana tidak boleh langsung dieksekusi. Harus diuji terlebih dahulu, termasuk risiko, kendala, dan kesiapan seluruh pendukungnya,” katanya.
Ia menjelaskan proses perencanaan tersebut mencakup analisis berbagai aspek, mulai dari kondisi ekonomi masyarakat, tren perilaku konsumen, hingga kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap kebijakan yang diambil dapat memberikan manfaat nyata bagi pedagang dan pengunjung pasar.
Selain upaya yang dilakukan pemerintah, Andi Harun juga mengajak masyarakat untuk kembali menjadikan pasar tradisional sebagai pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, aktivitas belanja di pasar memiliki dampak langsung terhadap keberlangsungan usaha pedagang kecil dan roda perekonomian lokal.
“Mari kembali berbelanja di pasar tradisional. Selain membantu pedagang kecil, kita juga ikut menggerakkan ekonomi masyarakat. Semoga menjadi kebaikan dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ajaknya.
Pemkot Samarinda berharap strategi yang saat ini sedang disusun dapat segera difinalisasi sehingga pasar tradisional kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi kerakyatan, sekaligus mempertahankan fungsinya sebagai ruang interaksi sosial masyarakat di tengah pesatnya perkembangan perdagangan modern.
Penulis Nisnun Editor Eka Mandiri




















Users Today : 542
Total Users : 1359862
Views Today : 3502
Total views : 6535579