Foto : Wali Kota Samarinda, Andi Harun
Infobenua.com, Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menilai tekanan terhadap nilai tukar rupiah tidak hanya berdampak pada sektor keuangan nasional, tetapi juga memberikan efek berantai hingga ke daerah.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kemampuan pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan publik.
Menurut Andi Harun, pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan berdampak langsung terhadap kenaikan berbagai biaya, mulai dari logistik, pengadaan material konstruksi, hingga kebutuhan pendukung pembangunan lainnya yang masih bergantung pada komponen impor atau dipengaruhi fluktuasi kurs.
Ia menjelaskan, kenaikan biaya tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan beban belanja pemerintah daerah. Di sisi lain, pemerintah daerah juga dihadapkan pada keterbatasan fiskal yang menuntut pengelolaan anggaran lebih cermat dan efisien.
“Ketika rupiah berada dalam tekanan terhadap dolar AS, yang terguncang bukan hanya pasar keuangan, tetapi juga stabilitas fiskal daerah. Dampaknya merambat ke biaya hidup, harga barang, hingga akhirnya menghantam kemampuan belanja pemerintah daerah,” ujar Andi Harun.
Menurutnya, dampak pelemahan nilai tukar tidak hanya dirasakan pada proyek-proyek pembangunan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi daya beli masyarakat. Jika harga barang dan jasa meningkat, maka tekanan ekonomi akan dirasakan langsung oleh warga, sementara pemerintah harus bekerja lebih keras menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Andi Harun juga menyoroti arah kebijakan fiskal nasional yang saat ini semakin mengedepankan prinsip kehati-hatian dan disiplin anggaran.
Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi memengaruhi besaran transfer dana dari pemerintah pusat ke daerah pada tahun-tahun mendatang.
Karena itu, pemerintah daerah dituntut mampu beradaptasi dengan kondisi fiskal yang lebih ketat melalui peningkatan efektivitas belanja, penguatan pendapatan daerah, serta penentuan program prioritas yang benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa tantangan ekonomi global dan nasional harus menjadi perhatian bersama, termasuk bagi pemerintah daerah.
Menurutnya, kemampuan menjaga kesehatan fiskal daerah menjadi faktor penting agar pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal meski di tengah tekanan ekonomi.
“Daerah harus mampu beradaptasi dengan kondisi yang ada. Pengelolaan anggaran harus semakin efektif, efisien, dan fokus pada program-program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Andi Harun berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah tetap terjaga dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi ke depan, sehingga stabilitas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dapat terus dipertahankan.
Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi


















Users Today : 1316
Total Users : 1329696
Views Today : 2811
Total views : 6455084