Foto : Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Timur, Dasmiah
Infobenua.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus melakukan pembenahan pelaksanaan Program Gratispol Pendidikan guna memastikan bantuan pendidikan dapat diterima secara tepat sasaran oleh mahasiswa yang berhak.
Program unggulan daerah tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Benua Etam.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Timur, Dasmiah, mengatakan pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan perguruan tinggi serta melakukan sosialisasi kepada mahasiswa agar mekanisme pelaksanaan program dapat dipahami secara menyeluruh.
Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai persyaratan dan prosedur pendaftaran menjadi faktor penting agar mahasiswa tidak mengalami kendala saat mengajukan bantuan pendidikan melalui Program Gratispol.
“Kami sudah melakukan sosialisasi ke kampus-kampus dan kepada mahasiswa. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, sehingga mereka perlu memahami mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Dasmiah menjelaskan sebagian besar persoalan yang ditemui selama pelaksanaan program berkaitan dengan proses pendaftaran serta pemahaman mahasiswa terhadap komponen pembiayaan yang ditanggung melalui bantuan tersebut.
Karena itu, pemerintah terus memberikan pendampingan dan informasi yang diperlukan agar proses pengajuan dapat berjalan lebih efektif.
Ia menegaskan seluruh bantuan yang disalurkan mengacu pada data mahasiswa yang telah diverifikasi oleh perguruan tinggi. Ketepatan data, kata dia, menjadi kunci utama untuk memastikan bantuan diberikan sesuai ketentuan dan kebutuhan penerima manfaat.
“Data yang kami gunakan berasal dari mahasiswa dan perguruan tinggi. Karena itu, ketepatan data sangat penting agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan program,” jelasnya.
Seiring meningkatnya antusiasme masyarakat, jumlah penerima manfaat Program Gratispol Pendidikan juga mengalami kenaikan signifikan. Pada 2025 program tersebut menjangkau sekitar 25 ribu mahasiswa, sedangkan pada 2026 jumlah penerima meningkat menjadi sekitar 60 ribu mahasiswa.
Peningkatan tersebut dinilai menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap dukungan pembiayaan pendidikan sekaligus memperlihatkan peran strategis program dalam membantu mahasiswa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Untuk menjaga efektivitas program, Pemprov Kaltim terus melakukan penyempurnaan tata kelola melalui penguatan sistem pendataan dan koordinasi dengan institusi pendidikan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan akurasi penerima bantuan serta memperkuat akuntabilitas pelaksanaan program.
Dasmiah juga mengingatkan mahasiswa yang belum menyelesaikan proses pendaftaran agar segera melengkapi seluruh persyaratan sebelum batas waktu yang telah ditetapkan pada 30 Juni 2026.
Menurutnya, partisipasi aktif mahasiswa sangat diperlukan agar manfaat Program Gratispol dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima yang memenuhi kriteria.
“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Harapan kami, pelaksanaannya semakin tepat sasaran dan mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Kalimantan Timur, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh generasi muda daerah,” pungkasnya.
Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi



















Users Today : 1583
Total Users : 1325761
Views Today : 3412
Total views : 6445703