Foto : Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal
Infobenua.com, Samarinda .Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat upaya pencegahan judi online melalui edukasi literasi digital yang menyasar sekolah, kampus, hingga komunitas masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun kesadaran sejak dini terhadap bahaya judi online di ruang digital.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, mengatakan pemberantasan judi online tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat penegak hukum semata, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, edukasi anti-judi online perlu diperkuat karena praktik perjudian digital kini semakin mudah diakses dan berpotensi menyasar generasi muda.
Diskominfo Kaltim disebut terus mendorong program literasi digital di lingkungan pendidikan dan masyarakat sebagai langkah pencegahan agar warga lebih memahami risiko serta ancaman judi online.
“Judi online bukan hanya masalah individu, tetapi ancaman bersama yang harus dilawan secara kolektif. Kita harus membangun generasi yang cerdas secara digital, kuat secara finansial, dan berani mengatakan tidak pada judi online,” ujarnya.
Faisal menilai Kalimantan Timur sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara harus mampu menjadi contoh dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat, aman, dan produktif.
Ia menyebut tingginya penetrasi internet di Kaltim menjadi peluang besar untuk mendukung pembangunan daerah, tetapi juga menghadirkan risiko apabila masyarakat tidak memiliki kemampuan literasi digital yang baik.
Karena itu, selain memperkuat keamanan infrastruktur digital dan pemblokiran konten ilegal, pemerintah daerah juga fokus meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak menggunakan ruang digital.
Menurut Faisal, kesadaran kolektif menjadi faktor penting untuk menekan penyebaran judi online yang saat ini tidak hanya berdampak pada ekonomi masyarakat, tetapi juga berpotensi memicu persoalan sosial dan kesehatan mental.
“Melalui edukasi sejak dini di sekolah, kampus, dan komunitas, pemerintah berharap generasi muda di Kalimantan Timur memiliki pemahaman yang lebih kuat terhadap bahaya judi online serta mampu memanfaatkan teknologi digital secara positif dan produktif,” pungkasnya.
Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi
















Users Today : 598
Total Users : 1311336
Views Today : 1884
Total views : 6418058