Teks foto: Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar
Infobenua.com Samarinda — DPRD Kota Samarinda meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda segera menghadirkan angkutan massal berupa bus sekolah untuk antar jemput pelajar, menyusul kebijakan larangan siswa menggunakan sepeda motor ke sekolah.
Usulan itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, sebagai respons atas aturan Dinas Perhubungan Samarinda yang diterbitkan pada April 2026 terkait larangan pelajar membawa motor ke sekolah karena dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas dan berisiko kecelakaan.
Menurut Deni, kebijakan pelarangan tersebut harus dibarengi dengan solusi konkret dari pemerintah daerah agar tidak membebani pelajar maupun orang tua.
“Sudah saatnya Samarinda memiliki moda transportasi massal. Ada beberapa ruas jalan kecil di Kota Samarinda yang tidak bisa dilalui oleh bus, tapi mungkin bisa dilalui oleh feeder,” kata Deni (17/5/2026).
Ia menilai Samarinda sudah perlu memiliki sistem transportasi massal yang terintegrasi, termasuk bus sekolah dan angkutan penghubung atau feeder untuk menjangkau kawasan permukiman maupun sekolah yang berada di jalan sempit.
Deni mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Samarinda agar pengadaan bus sekolah menjadi prioritas pemerintah kota.
Menurutnya, pengadaan armada tidak harus dilakukan melalui pembelian unit baru, melainkan bisa menggunakan skema buy the service (BTS) atau subsidi layanan transportasi.
“Kami sampaikan, kita tidak mesti membeli atau pengadaan baru. Kita bisa dengan skema buy the service (BTS). Tapi kembali lagi ke pemerintah kota punya skemanya seperti apa, kami tinggal melihat dan mendukung,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Deni menyarankan Pemkot memulai pengoperasian bus sekolah secara bertahap dengan membuka beberapa jalur prioritas terlebih dahulu.
“Kita bisa memulai dengan satu sampai dua jalur, atau sampai empat jalur saja, tidak mesti langsung banyak,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mendorong optimalisasi angkutan kota (angkot) sebagai feeder untuk mendukung layanan bus sekolah, khususnya di kawasan yang tidak dapat dilalui kendaraan besar.
“Di dalam Samarinda ini masih banyak ruas-ruas jalan kecil itu bisa menggunakan angkot, tapi yang dalam kondisi baik dan punya izin trayek yang masih aktif,” pungkas Deni.
Penulis: Frida |Editor: Eka Mandiri


















Users Today : 935
Total Users : 1373724
Views Today : 3551
Total views : 6637536