Ket Foto: Salah satu armada bus kota Samarinda yang pernah diperkenalkan pada peringatan 17 Agustus 2025 sebagai upaya mengurangi kepadatan lalu lintas.(ist)
Infobenua.com Samarinda — Ketersediaan angkutan umum yang layak di Kota Samarinda dinilai semakin penting di tengah pertumbuhan jumlah penduduk dan kendaraan pribadi yang terus meningkat. Kondisi ini semakin terasa setelah sejumlah sekolah kejuruan menerapkan larangan bagi siswa yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk membawa kendaraan sendiri.
Pengamat transportasi yang juga Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Kalimantan Timur, Tiopan HM Gultom, menilai bahwa sistem angkutan umum di Samarinda belum mampu mengimbangi perkembangan kota yang kian pesat. Perubahan pola aktivitas masyarakat dan perluasan wilayah permukiman disebut belum diikuti dengan penyediaan layanan transportasi yang memadai.
“Dinamika pergerakan masyarakat terus berkembang, namun layanan angkutan umum yang tersedia belum sepenuhnya mampu menyesuaikan dengan kondisi tersebut,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan, salah satu faktor penting dalam keberhasilan transportasi publik adalah kemudahan akses. Namun, kenyataannya tidak semua warga bersedia berjalan jauh untuk mencapai titik layanan angkutan umum. Umumnya, masyarakat hanya bersedia berjalan dalam jarak terbatas.
Menurutnya, kondisi ini menjadi kendala di kawasan permukiman yang letaknya jauh dari jalan utama. Bahkan di beberapa lokasi, jarak menuju akses transportasi umum cukup jauh sehingga masyarakat cenderung memilih kendaraan pribadi.
“Apabila jarak menuju layanan angkutan umum terlalu jauh, masyarakat akan lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi karena dinilai lebih efisien dan praktis,” jelasnya.
Sebagai solusi, ia mengusulkan penerapan sistem transportasi yang terintegrasi dengan konsep feeder atau angkutan pengumpan. Melalui skema ini, kendaraan berukuran kecil dapat menjangkau area permukiman dan terhubung dengan moda transportasi utama di jalur utama.
“Penggunaan armada berukuran kecil memungkinkan pelayanan tetap menjangkau kawasan dengan akses jalan terbatas, sehingga konektivitas transportasi publik dapat terjaga,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menilai pengembangan transportasi publik tidak hanya berdampak pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga berperan dalam penataan kota serta memperkuat interaksi sosial masyarakat.
“Transportasi publik memiliki fungsi strategis, tidak hanya sebagai sarana mobilitas, tetapi juga sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan kualitas kehidupan perkotaan,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa pembenahan sistem angkutan umum perlu segera direalisasikan. Tanpa langkah konkret, beban lalu lintas di Samarinda dikhawatirkan akan terus meningkat seiring pertumbuhan kendaraan.
“Perbaikan transportasi publik merupakan kebutuhan mendesak yang tidak dapat ditunda, mengingat dampaknya terhadap kepadatan lalu lintas akan semakin besar jika tidak segera ditangani,” pungkasnya.
Penulis Nisnun Editor Eka Mandiri



















Users Today : 989
Total Users : 1285386
Views Today : 3189
Total views : 6330349