Teks foto: Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari
Infobenua.com Samarinda—— Kualitas menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Samarinda menuai tanggapan dari DPRD Samarinda.
Sejumlah temuan makanan tak layak konsumsi memicu desakan agar penyedia katering dipilih secara ketat dan profesional.
Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, mengungkapkan pihaknya menerima berbagai laporan terkait kualitas makanan MBG yang dinilai jauh dari standar. Temuan itu mulai dari makanan berbau basi hingga bahan yang tidak higienis.
Di antaranya, ditemukan sayur berulat di SMAN 13 Samarinda serta roti berjamur di SD Integral Luqman Al Hakim Samarinda yang sempat ramai diperbincangkan.
“Kalau sudah dapat tender, harus benar-benar bertanggung jawab. Jangan hanya ambil pekerjaan, tapi kualitas diabaikan,” ujar Celni saat ditemui di Kantor DPRD Samarinda (26/4/2026).
Ia menilai, penyedia makanan untuk program MBG seharusnya berasal dari pihak yang memiliki pengalaman dan kemampuan di bidang katering, mengingat jumlah porsi yang disiapkan setiap hari tidak sedikit.
Menurutnya, proses memasak dalam skala besar membutuhkan standar pengolahan yang jelas agar makanan tetap layak dikonsumsi.
“Ini bukan masak untuk sedikit orang. Ribuan porsi setiap hari, tentu harus ditangani oleh yang berkompeten,” katanya.
Selain persoalan kualitas, distribusi program MBG juga dinilai belum merata. Sejumlah sekolah disebut belum tersentuh program tersebut.
Ke depan, pendataan ulang akan dilakukan untuk memastikan program ini tepat sasaran dan menjangkau sekolah yang benar-benar membutuhkan.
“Kita akan cek lagi sekolah mana yang sudah dan belum menerima MBG, supaya pelaksanaannya lebih merata,” tutup Celni.
Penulis: Frida | Editor Eka Mandiri



















Users Today : 924
Total Users : 1276097
Views Today : 2108
Total views : 6304975