Foto : SD Negeri 010 Palaran
Infobenua.com, Samarinda — Pembangunan SD Negeri 010 Palaran hingga kini belum rampung, sehingga ratusan siswa masih harus menjalani kegiatan belajar mengajar secara bergantian dengan menumpang di sekolah lain.
Saat ini, sebagian siswa SDN 010 Palaran mengikuti pembelajaran di SDN 024 Palaran, Jalan Padat Karya, dengan sistem shift siang. Keterbatasan ruang membuat proses belajar harus berbagi dengan siswa sekolah setempat.
Kepala SDN 010 Palaran, Sarti, mengatakan kondisi tersebut terjadi karena jumlah ruang kelas yang tersedia belum mencukupi kebutuhan sekolah.
“Sekarang kami masih menumpang karena ruang kelas di sekolah yang ditempati terbatas, sementara kebutuhan kami lebih banyak,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan belajar bagi siswa dilakukan mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WITA, dengan satu kelas diisi sekitar 26 siswa. Sementara pada pagi hari, ruangan dimanfaatkan untuk keperluan administrasi sekolah.
Secara keseluruhan, jumlah siswa SDN 010 Palaran mencapai sekitar 300 orang. Namun, keterbatasan fasilitas membuat proses pembelajaran belum berjalan maksimal.
Sarti menuturkan, sebelum pembangunan dimulai, kondisi bangunan sekolah memang sudah tidak layak. Bahkan, sekolah tersebut menjadi satu-satunya di kawasan Palaran yang masih menggunakan bangunan kayu.
“Dulu kondisi sekolah rusak parah dan masih berbahan kayu, sementara sekolah lain sudah permanen,” katanya.
Pembangunan sekolah yang dimulai pada 2025 menggunakan anggaran Pemerintah Kota Samarinda itu sempat mengalami kendala teknis, terutama terkait kondisi tanah. Kedalaman tiang pancang yang semula direncanakan 18 meter harus diperpanjang hingga 30 meter, sehingga berdampak pada penyesuaian anggaran.
Akibatnya, dari rencana total 14 ruangan, masih terdapat empat ruang yang belum terbangun. Rinciannya, 12 ruang direncanakan untuk kelas dan dua lainnya untuk fasilitas pendukung.
“Karena kendala teknis itu, pembangunan belum selesai sepenuhnya,” jelasnya.
Saat ini, pihak sekolah masih menunggu kelanjutan pembangunan tahap berikutnya pada tahun ini.
Sarti berharap proses tersebut dapat segera direalisasikan agar siswa bisa kembali belajar di gedung sendiri dengan fasilitas yang memadai.
Ia juga berharap dukungan tambahan berupa perlengkapan belajar, mengingat sebagian fasilitas yang ada mengalami kerusakan selama masa penempatan sementara.
“Harapannya pembangunan bisa segera selesai, termasuk fasilitasnya, supaya kegiatan belajar kembali normal,” pungkasnya.
Penulis : Nurfa | Editor : Redaksi



















Users Today : 859
Total Users : 1270885
Views Today : 2200
Total views : 6289556