InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Aksi 21 April di Samarinda Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Kunjung Temui

by Eka Mandiri
Selasa, 21 April 2026, 12:49
in Berita, Kaltim, Peristiwa
Bagikan

Foto : Kericuhan pada Aksi Unjuk Rasa 21 April di Depan Kantor Gubernur Kaltim

Infobenua.com, Samarinda — Aksi unjuk rasa yang semula berlangsung tertib di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Selasa, 21 April 2026, berujung ricuh pada malam hari. Ketegangan meningkat setelah massa tidak kunjung mendapat tanggapan dari pihak pemerintah daerah.

Aksi yang dimulai sejak siang hari itu awalnya berjalan kondusif. Massa yang sebelumnya bergerak dari Gedung DPRD Kaltim tiba di Kantor Gubernur sekitar pukul 15.00 WITA dan langsung menggelar orasi secara bergantian.

Namun, situasi berubah setelah beberapa jam berlalu tanpa adanya perwakilan pemerintah yang menemui massa. Kekecewaan peserta aksi memicu peningkatan tensi di lapangan.

Seorang peserta aksi, Arif (24), mengatakan massa awalnya berkomitmen menjaga aksi tetap damai.

“Kami dari awal ingin aksi ini damai, menyampaikan aspirasi saja. Tapi sampai sore tidak ada yang keluar menemui, itu yang bikin suasana memanas,” ujarnya.

Memasuki pukul 18.30 WITA, aparat gabungan dari Polresta Samarinda dan Polda Kaltim mulai membubarkan massa menggunakan water cannon. Massa dipukul mundur ke arah Jalan Merbabu dan Jalan R.E. Martadinata.

Sebagian peserta aksi membubarkan diri, namun sebagian lainnya bertahan di sekitar kawasan dekat kantor Bank Indonesia.

Dalam situasi tersebut, aksi yang awalnya tertib berubah ricuh. Sejumlah massa melakukan perlawanan dengan melemparkan benda ke arah petugas. Aparat kemudian memperketat pengamanan untuk mengendalikan situasi.

Puncak ketegangan terjadi sekitar pukul 19.30 hingga 20.00 WITA, saat terjadi aksi saling dorong dan kejar antara massa dan petugas. Setelah itu, massa perlahan berhasil dipukul mundur dan situasi mulai terkendali.

Aksi ini diketahui telah berlangsung sejak pukul 13.00 WITA di DPRD Kaltim sebelum massa bergerak ke Kantor Gubernur.

Hingga aksi berakhir, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, maupun Wakil Gubernur tidak terlihat menemui massa.

Peristiwa ini menjadi catatan penting dalam dinamika penyampaian aspirasi di daerah, di mana komunikasi antara massa dan pemerintah dinilai menjadi faktor krusial dalam menjaga kondusivitas aksi.

Penulis : Nurfa | Editor : Redaksi

Views Count: 0

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1601291
Users Today : 4363
Total Users : 1601291
Views Today : 6707
Total views : 7117525
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com