Foto : Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan
Infobenua.com, Samarinda — Tingginya permintaan perjalanan udara menuju Kalimantan Timur dalam beberapa hari terakhir berdampak langsung pada ketersediaan tiket yang semakin terbatas. Kondisi ini membuat calon penumpang harus bersaing ketat untuk mendapatkan kursi penerbangan.
Keterbatasan tersebut terjadi pada rute menuju Bandara APT Pranoto Samarinda dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, yang menjadi pintu utama akses udara ke wilayah Kaltim.
Sejumlah calon penumpang mengaku harus memantau aplikasi pemesanan tiket secara intensif, bahkan sejak jauh hari, untuk mendapatkan jadwal keberangkatan yang sesuai. Fenomena ini dikenal dengan istilah “war ticket”.
“Saya sudah war tiket mulai Selasa, dapatnya hanya satu jadwal penerbangan. Selebihnya sudah penuh,” ujar Pendi.
Lonjakan permintaan juga berdampak pada harga tiket yang meningkat signifikan. Dalam kondisi normal, rute ke Kaltim relatif stabil, namun saat ini harga melonjak jauh di atas rata-rata, terutama untuk jadwal keberangkatan dalam waktu dekat.
Keterbatasan penerbangan lanjutan dari kota-kota penghubung seperti Surabaya, Makassar, dan Pontianak turut mempersempit pilihan perjalanan. Akibatnya, sebagian penumpang mulai mencari alternatif rute lain.
Beberapa di antaranya bahkan memilih jalur tidak biasa dengan transit melalui luar negeri, seperti Kuala Lumpur atau Singapura, sebelum kembali masuk ke Kalimantan Timur.
“Sekarang opsi yang tersedia justru lewat luar negeri dulu, baru bisa lanjut ke Kaltim,” kata Beni, calon penumpang lainnya.
Selain itu, pilihan menggunakan kelas bisnis masih tersedia, namun dengan harga yang jauh lebih tinggi dan sulit dijangkau oleh sebagian besar masyarakat.
Situasi ini berdampak langsung pada mobilitas penumpang, terutama pekerja yang memiliki jadwal tetap. Tidak sedikit yang harus menunda keberangkatan karena belum mendapatkan tiket.
“Saya sudah seminggu tertahan di Jakarta karena belum dapat tiket,” ujar Athar.
Hingga kini belum ada keterangan resmi terkait penyebab utama kondisi tersebut. Namun, tingginya permintaan yang tidak diimbangi dengan kapasitas penerbangan menjadi faktor yang paling mungkin memicu kelangkaan tiket.
Dengan kondisi ini, perjalanan udara ke Kalimantan Timur tidak lagi sekadar soal jadwal, tetapi juga strategi dalam mendapatkan tiket di tengah persaingan yang semakin ketat.
Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi


















Users Today : 153
Total Users : 1262342
Views Today : 375
Total views : 6264351