Foto: Puluhan Murid SDN 009 Jl Danau Aji Tenggarong Terlibat Aktif dalam Program Jemput Sampah Kelurahan Melayu (farid/Infobenua)
INFOBENUA.COM, KUKAR – Dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan di Kelurahan Melayu, kecamatan Tenggarong, kini Pemerintah Kelurahan melakukan kerjasama dengan sekolah.
Melalui program Jemput Sampah Melayu (Jumpamu), para siswa didorong aktif memilah, mengurangi, sekaligus memanfaatkan sampah yang mereka hasilkan.
Lurah Melayu, Aditiya Rakhman, melalui Kasi Pembangunan Taufik Anwar, menyebut keterlibatan sekolah menjadi kunci keberhasilan program ini. Kerja sama dilakukan melalui nota kesepahaman (MoU) selama satu tahun dengan beberapa sekolah, di antaranya SDN 009, SMPN 3, dan MTs Al-Kautsar.
“Alhamdulillah program ini sudah berjalan dan hasilnya cukup baik. Sekolah menjadi penggerak utama karena membentuk kebiasaan anak sejak dini,” ujar Taufik, Jumat (19/9/2025).
Setiap hari Sabtu, sampah yang dikumpulkan siswa akan jemput oleh pihak Kelurahan ke bank sampah mitra Jumpamu. Sistem ini bukan hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga mendukung program Adiwiyata yang menekankan pentingnya peran sekolah dalam pengelolaan lingkungan.
Di sisi lain, siswa juga mendapat edukasi untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Salah satunya dengan membawa bekal sendiri dari rumah menggunakan wadah yang bisa dipakai ulang.
“Kesadaran sederhana seperti ini yang ingin kita tumbuhkan. Karena pengelolaan sampah berawal dari kebiasaan sehari-hari,” jelas Taufik.
Bank sampah mitra Jumpamu pun rutin melakukan penjemputan sekaligus mengelola tabungan sampah.
Dalam dua bulan terakhir, hasilnya terlihat nyata. Misalnya, SMPN 3 yang semula menghasilkan 40 kilogram sampah per minggu kini berhasil menekannya secara signifikan.
Ke depan, Pemkel Melayu berencana memperluas Jumpamu ke sekolah-sekolah lain. Tujuannya agar semakin banyak siswa yang terlibat, sehingga dampak positifnya terasa lebih luas di masyarakat.
Selain memberi manfaat lingkungan, program ini juga mengajarkan nilai ekonomis sampah. Kertas dan plastik yang terkumpul bisa dijual kembali, sehingga siswa belajar bahwa sampah memiliki nilai tambah.
“Yang terpenting, dari sekolah inilah lahir generasi peduli lingkungan. Harapannya, budaya memilah dan mengurangi sampah bisa terbawa sampai ke rumah dan masyarakat luas,” pungkas Taufik. (Adv)



















Users Today : 431
Total Users : 1365845
Views Today : 2579
Total views : 6605288