Tels foto: Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan
Infobenua.com, Samarinda— Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur terus meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mencatat total luas lahan terbakar mencapai sekitar 6.330 hektare hingga September 2026.
Kenaikan paling signifikan terjadi pada September. Dalam satu bulan terakhir, luas area terdampak bertambah sekitar 2.500 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengatakan kondisi tersebut membuat hampir seluruh kabupaten dan kota di Kaltim berada dalam status siaga darurat karhutla.
“Dengan kondisi ini kebakaran bukan lagi hanya meninggalkan efek asap, tetapi juga menimbulkan dampak kekeringan,” ujar Buyung, Rabu (23/9/2026).
Berdasarkan data BPBD Kaltim, dari total lahan yang terbakar, sekitar 1.700 hektare berada di kawasan hutan. Kemudian 38,5 hektare berada di kawasan perkebunan, sedangkan sekitar 4.500 hektare lainnya berada di luar kawasan hutan dan perkebunan.
Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi wilayah dengan luas kebakaran terbesar dibandingkan daerah lainnya.
Buyung menyebut faktor manusia masih menjadi dugaan utama penyebab munculnya titik api. Aktivitas pembukaan lahan yang tidak sesuai aturan hingga bara api dari kebakaran sebelumnya menjadi perhatian dalam penanganan karhutla.
“Bisa jadi hutan dimanfaatkan secara tidak legal dan ini menambah dugaan utama faktor manusia. Percikan api yang tidak terlihat di bekas kebakaran juga bisa meloncat memicu kebakaran baru,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi menyebabkan api cepat meluas.
Dari catatan BPBD, luas lahan terbakar sejak Januari hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 3.828 hektare. Angka tersebut meningkat setelah terjadi tambahan sekitar 2.500 hektare pada September.
Menurut Buyung, kondisi itu membuat Kaltim masuk dalam prioritas penanganan karhutla tingkat nasional. Ia menyebut Kaltim diperkirakan masuk dalam lima besar daerah dengan tingkat kerawanan karhutla tertinggi.
“Dengan luasan terbakar 6.330-an saat ini Kaltim sudah masuk dalam prioritas penanganan karhutla di Indonesia,” ungkapnya.
Untuk menekan penyebaran api, BPBD bersama unsur terkait menjalankan tiga operasi udara, yakni patroli udara, *water bombing*, dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Helikopter disiagakan dari Bandara APT Pranoto Samarinda untuk menjangkau wilayah Kutai Kartanegara, Kutai Barat, hingga Kutai Timur. Sementara Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan menjadi pangkalan pendukung penanganan wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).
Selain karhutla, BPBD juga mewaspadai dampak El Niño yang diperkirakan masih berlangsung hingga 2027. Kondisi tersebut berpotensi memperpanjang periode kering di sejumlah wilayah.
“Tahun depan mungkin agak mereda, tapi bukan berarti tidak berbahaya. Kita tetap harus mempersiapkan diri,” demikian Buyung.
Penulis: Frida | Editor: Eka Mandiri


















Users Today : 1194
Total Users : 1498049
Views Today : 2786
Total views : 6913575