Infobenua.com.Samarinda – Memasuki tiga bulan pertama kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji, dinamika pemerintahan baru di Kalimantan Timur mulai terlihat. DPRD Kaltim menilai bahwa masa 100 hari ini merupakan periode penting untuk menata strategi dan mengatasi berbagai tantangan sebelum program-program prioritas dapat dijalankan secara optimal.
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyampaikan bahwa periode awal ini lebih tepat dimaknai sebagai fase konsolidasi dan persiapan daripada penilaian hasil langsung.
Menurutnya, penetapan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) menjadi kunci dalam mengarahkan jalannya pembangunan lima tahun mendatang.
“Dalam 100 hari ini, pemerintah lebih banyak melakukan penataan dan penyelarasan visi dengan realita di lapangan. RPJMD adalah dokumen yang menentukan peta jalan, sehingga harus dirumuskan dengan cermat,” kata Ananda, Senin (26/5/2025).
Ananda juga menyoroti bahwa sektor-sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur mulai menjadi fokus, namun implementasi program masih memerlukan pengawasan ketat agar hasilnya tepat sasaran.
DPRD secara aktif memonitor jalannya program unggulan gubernur, termasuk GRATISPOL dan JOSPOL. Ananda menegaskan bahwa legislatif tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga mitra yang siap memberikan dukungan maupun kritik konstruktif demi kemajuan bersama.
“Kami terbuka untuk memberi apresiasi, tapi juga akan memberi masukan bila ada yang perlu diperbaiki,” ujarnya.
Mengenai percepatan kerja pemerintahan baru, Ananda memilih untuk bersikap realistis dan mengajak semua pihak memberi ruang bagi proses adaptasi dan konsolidasi.
“Semangat memang tinggi, tapi menjalankan pemerintahan memerlukan waktu dan sistem yang matang. Mari kita beri kesempatan sambil terus mengawal bersama,” tutupnya.
Penulis Fara I Editor Eka Mandiri



















Users Today : 929
Total Users : 1289005
Views Today : 2503
Total views : 6340657