INFO BENUA. Id -SAMARINDA- Anggota Komisi I DPRD Kaltim Masykur Sarmian, harapkan keberpihakan ruang kerja bagi tenaga kerja lokal lebih maksimal.
Pemberian ruang-ruang kerja bagi tenaga kerja lokal, menjadi harapan baru bagi tenaga kerja lokal Kaltim. Hal ini semakin kuat di tenagh masa pandemi yang masih berlangsung.
Upaya penyusunan yang terus di gulirkan demi menciptakan sebuah sistem dan peraturan, yang memihak pada tenaga kerja lokal perlu mendapatkan format yang menunjang tujuan mulia tersebut.
“Pointnya, kita ingin mencari format buat rancangan peraturan daerah tentang perlindungan tenaga kerja lokal kita, itu yg benar-benar melindungi tenaga kerja lokal,” ucapnya.
Menurutnya, jika ada konsep ketenaga kerjaan yang bagus, juga perlu untuk di selaraskan dengan ketersediaan sumber daya yang secara kualitas dan kuantitas menunjang.
“Misalnya ada konsep yang bagus, namun itu juga harus berjalan seiring dengan upaya peningkatan sumber daya kerja kita yang maksimal,”jelasnya.
Hal ini di tekankan, agar mampu bersaing dengan tenaga kerja asing (TKA). Sehingga tenaga kerja lokal, lebih di berdaya gunakan.
“Hal ini kita tekan, agar tenaga kerja kita mampu bersaing dri luar kaltim, termasuk TKA,”tegas politisi PKS tersebut
Menurut politisi PKS tersebut, salah satu sektor yang dapat menunjang peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal, adalah dukungan anggaran.
“Artinya sektor tenaga kerja harus dapat dukungan anggaran yang signifikan,” kata Sarmain.
Di sisi lain, Sarmain menyampaikan sektor pendidikan dan kesehatan telah terakomodir dengan optimal. Maka sektor tenaga kerja, guna menunjang pemberdayaan sumber daya lokal perlu di perhatikan.
” Ada beberapa yang penting, seperti pendidikan, kesehatan dan tenaga kerja. Kalau pendidikan sudah cukup, kesehatan juga cukup, tapi tenaga kerja yang kita letakkan sebagai garda terdepan sebagai penolong nasib tenaga kerja, kita harus perhatikan juga. Agar mereka tetap survive,” terangnya.
Menurut wakil ketua badan pembentukan perda tersebut, upaya- upaya yang di lakukan secara sukarela, oleh tenaga kerja lokal dalam memberikan edukasi dan penguatan basis, perlu di lirik dan support.
“Mereka bikin pelatihan-pelatihan yang sebenarnya untuk melindungi nasib mereka,” ujarnya.
Sarmain, sapaan akrabnya pun mendorong agar ada reformasi yang di lakukan, agar bisa meningkatkan kualitas SDM lokal Kaltim.
“Jelas kita juga mendorong agar ada reformasi di kaltim,” konkrit Sarmain.
Namun, hal ini perlu di dukung dari aspek pemaksimalam anggaran.
“Itu juga harus di ikuti peningkatan anggaran yang cukup. Seperti anggaran pelatihan, sertivikasi, dan dukungan untuk penaikan infrastruktur,” lugas anggota komisi I tersebut.
Hal ini di sampaikan oleh Sarmain, agar mampu menciptakan kualitas trnaga kerja yahg berkualitas.
“Jadi secara kualitas layak untuk di pertahankan, sehingga jika ada serangan dari tenaga kerja luar kaltim atau asing, kita sudah punya sumberdaya dan skill tenaga kerja yang layak,” tambahnya lagi.
Terkait dengan anggaran, Masykur Sarmain menjelaskan jika hal ini agar pemberdayaan tenaga kerja lokal, tak kalah kualitas dari tenaga asing maulun luar Kaltim.
“Saya kira itu otomatis, terkait anggaran. Yang jelas ada muatan rancangan perda untuk melindungi tenaga kerja, menjaga mereka jangan sampe di singkirkan oleh TKA atau lainnya,” harapnya.
Ia pun menekankan, jika dengan hadirnya perpindahan Ibu Kota Negara tersebut, jangan sampail lebih dominan untuk di hadirkan tenaga asing.
“Jangan sampe kaltim yg di tunjuk sebagai IKN, malah memberi ruang untuk tenaga kerja lain tapi tidak membuka untuk masyarakat,” ungkap Sarmain.
Ia pun menginginkan , terkait perda yang mampu melindungi dan memberi ruang bagi tenaga kerja lokal dapat segera di hadirkan.
“Ada kesamaan berfikit tentang bagaimana membuat Perda yang memproteksi dan melindungi, dan payung hukumnya harus benar-benar melindungi mereka.” Pungkasnya.
Penulis : abi/zul.

















Users Today : 888
Total Users : 1152161
Views Today : 1330
Total views : 6003641