InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Ancaman Konten Negatif di Dunia Maya, Diskominfo Kaltim Dorong Pendampingan Digital Anak

by Eka Mandiri
Selasa, 19 Agustus 2025, 22:24
in Advertorial, Diskominfo kaltim, Kaltim
Bagikan

Ket foto : Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal.

infobenua.com Samarinda – Masifnya akses internet di Indonesia membawa tantangan baru bagi perlindungan anak.

Di Kalimantan Timur, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menilai perlindungan digital sejak usia dini harus menjadi prioritas untuk mengantisipasi maraknya paparan konten berbahaya, terutama pornografi dan judi online.

Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menyebut anak-anak saat ini merupakan generasi yang tumbuh langsung bersama teknologi (digital native).

Kondisi tersebut, kata dia, menempatkan mereka pada posisi rawan jika tidak didampingi dengan tepat.

“Internet pada dasarnya memberi banyak manfaat. Namun, tanpa kontrol yang memadai, justru bisa menjadi ancaman serius bagi tumbuh kembang anak,”ungkap Faisal.

Ia menuturkan, penetrasi internet di Indonesia sudah mencapai 80,66 persen dari total populasi, atau sekitar 229 juta jiwa.

Mayoritas pengguna mengakses lewat ponsel pintar.

Ironisnya, sebagian anak dan remaja tercatat bisa menghabiskan lebih dari 10 jam per hari di dunia maya.

“Riset menunjukkan sekitar 10 persen pengguna internet di tanah air pernah membuka situs pornografi, dan lebih dari 5 persen mengakses judi online. Ini sinyal bahaya yang tidak bisa dipandang ringan,”ujarnya menegaskan.

Menurut Faisal, peran orang tua menjadi kunci utama dalam mencegah anak terpapar konten berbahaya.

Orang tua, katanya, tidak boleh menyerahkan sepenuhnya interaksi digital anak kepada perangkat gawai.

“Orang tua harus hadir sebagai teman digital bagi anak. Gunakan pengaturan parental control, batasi waktu penggunaan, dan ajak anak berdiskusi tentang risiko di dunia maya,”jelasnya.

Selain keluarga, lingkungan sekolah juga dituntut aktif menanamkan literasi digital.

Guru, lanjut Faisal, perlu dibekali pemahaman agar dapat mengenalkan bahaya dunia digital sekaligus mengajarkan cara melindungi diri dari konten berisiko.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa perlindungan anak di ruang digital tidak bisa hanya dibebankan pada satu pihak.

Regulasi dan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah harus ditopang kerja sama lintas sektor, mulai dari keluarga, sekolah, hingga komunitas masyarakat.

“Menjaga anak-anak dari dampak negatif internet adalah tanggung jawab kolektif. Ini bukan sekadar tugas pemerintah, tetapi juga investasi kita bersama untuk masa depan Kalimantan Timur dan Indonesia,”tegas Faisal.
(adv/diskominfokaltim).

Penulis Nisnun Editor Eka Mandiri

Views Count: 5

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1539912
Users Today : 2630
Total Users : 1539912
Views Today : 5000
Total views : 7002433
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com