Keterangan foto,Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Wiyono, bersama Bupati dan Wabup Kukar Aulia-Rendi, dan Sekda Kukar Sunggono, saat menaiki ekskalator di Pasar Tangga Arung.
Infobenua.com, Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menggenjot pembangunan infrastruktur perkotaan dengan pendekatan holistik yang menyasar tidak hanya fungsi bangunan semata, tetapi juga integrasi ruang, kenyamanan publik, dan ketahanan lingkungan.
Salah satu proyek strategis yang kini tengah dikebut adalah revitalisasi Pasar Tangga Arung, di pusat Kota Tenggarong, yang secara bertahap disulap menjadi pasar modern yang representatif dan berwawasan lingkungan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Wiyono, menjelaskan bahwa progres pembangunan Pasar Tangga Arung kini telah mencapai 80 persen, dengan fokus utama saat ini berada pada penyelesaian landscape kawasan dan pembangunan jembatan penghubung, antara dua blok pasar, yakni blok A dan blok B, yang akan memudahkan mobilitas pengunjung dan pedagang.
“Secara keseluruhan kita tinggal merampungkan 20 persen terakhir, termasuk penyambungan antarblok pasar melalui jembatan. Kami targetkan tahun ini selesai. Artinya, pasar bisa langsung difungsikan,” tegas Wiyono, belum lama ini.
Namun, pembangunan fisik bukan satu-satunya sorotan. Dinas PU Kukar juga serius membenahi sistem drainase kawasan, mengingat lokasi pasar yang berada di wilayah padat aktivitas dan rawan genangan. Wiyono menyebut bahwa penanganan drainase dimulai dari sisi barat pasar terlebih dahulu, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran tahun ini.
“Kami mulai perbaikan dari sisi sini (barat), agar aliran air tidak stagnan. Tapi kami juga sudah identifikasi, wilayah Kampung Jawa, yang berada di dekat pasar perlu sistem drainase baru. Itu akan kami bangun selanjutnya untuk memastikan air tidak lagi tergenang dan aktivitas pasar tidak terganggu,” jelasnya.
Ke depan, Pemkab Kukar bahkan telah menyiapkan konsep pengembangan kawasan depan pasar menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) multifungsi. Ruang ini akan didesain sebagai taman keluarga yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama anak-anak, sambil menunggu orang tua berbelanja di pasar.
Ditekankan Wiyono, konsep ini tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga menciptakan ruang publik yang inklusif.
“Pasar bukan hanya tempat jual beli. Ini juga ruang sosial. Jadi kami siapkan RTH di depan pasar sebagai tempat bermain anak-anak. Bayangkan, ibunya belanja, anak-anaknya bisa bermain dengan aman. Ini adalah ruang interaksi keluarga yang perlu kita ciptakan di kawasan perdagangan,” urainya.
Tak berhenti sampai di situ, Dinas PU Kukar juga merancang inovasi transportasi terintegrasi melalui optimalisasi fungsi terminal di sekitar kawasan pasar. Terminal yang selama ini hanya difungsikan sebagai tempat parkir, rencananya akan ditingkatkan menjadi bangunan dua lantai.
Lantai pertama tetap akan berfungsi sebagai parkiran, sementara lantai dua akan dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan ekonomi atau bespok. Yang menarik, bangunan ini akan dihubungkan langsung dengan pasar melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).
“Kami ingin bangun JPO dari terminal ke pasar. Jadi pengunjung dari terminal tidak perlu menyeberang langsung di jalan raya. Ini bagian dari konsep ‘smart access’ yang aman dan nyaman. Terminal akan multifungsi, bukan hanya jadi parkiran, tapi juga pusat aktivitas masyarakat,” tambah Wiyono.
Melalui berbagai upaya pembangunan, mulai dari drainase, jembatan penghubung, ruang terbuka, dan akses transportasi modern, Pasar Tangga Arung dikemas sebagai proyek kawasan, bukan sekadar bangunan pasar. Penataan ini merupakan bagian dari agenda besar Pemkab Kukar dalam menjadikan Tenggarong sebagai kota pusat pertumbuhan ekonomi yang tertata dan modern, sejalan dengan visi Bupati Kukar, Edi Damansyah, untuk menciptakan ruang-ruang publik yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Selain aspek infrastruktur, Pemkab Kukar juga menyasar dampak sosial ekonomi dari proyek ini. Dengan desain yang ramah bagi pedagang kecil, pengunjung, anak-anak, hingga difabel, Pasar Tangga Arung diharapkan bisa menjadi pasar rakyat kelas menengah yang tetap terjangkau namun berstandar modern, menciptakan geliat ekonomi mikro sekaligus menunjang estetika kota.
Wiyono pun menegaskan, bahwa penataan pasar ini bukan hanya soal menyelesaikan bangunan, melainkan upaya mewujudkan pusat aktivitas ekonomi rakyat yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga dan kualitas lingkungan perkotaan.
“Ini bukan semata proyek konstruksi. Ini soal transformasi wajah kota dan kenyamanan warga. Pasar Tangga Arung akan menjadi bukti bahwa Kukar tidak hanya membangun untuk hari ini, tapi untuk masa depan,” pungkasnya.
penulis Lisa editorial redaksi








Users Today : 1018
Total Users : 1545748
Views Today : 2418
Total views : 7014857