Infobenua.com, Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun infrastruktur dasar yang merata hingga ke desa-desa. Salah satu upaya nyata itu terlihat dari pembangunan dua unit jembatan di Desa Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang, yang saat ini tengah berjalan dan telah mencapai progres sekitar 60 persen.
Pembangunan jembatan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan juga bagian dari strategi besar pemerintah daerah untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dalam satu desa, khususnya dusun-dusun yang sebelumnya sulit dijangkau akibat keterbatasan akses jalan dan jembatan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Linda Juniarti, menjelaskan bahwa kedua jembatan tersebut dibangun dengan konstruksi baja komposit tipe B. Masing-masing jembatan memiliki bentang sepanjang 25 meter dan lebar total delapan meter, dengan rincian enam meter untuk badan jalan dan satu meter bahu jalan di setiap sisi.
“Progres saat ini sudah mencapai sekitar 60 persen. Satu titik sudah sampai pada tahap pengecoran abutment, sementara titik lainnya baru saja menyelesaikan pekerjaan pemancangan dan akan masuk ke tahap pembangunan pier head,” ujar Linda saat ditemui, di Hotel Mercure, Samarinda, Jumat (20/6/2025).
Menurut Linda, pembangunan kedua jembatan ini ditujukan untuk menghubungkan dusun-dusun di Desa Pariaman yang memiliki populasi cukup padat. Sebelumnya, masyarakat harus memutar cukup jauh atau menggunakan jalan-jalan kecil yang kurang layak untuk dilalui, terutama saat musim hujan.
Dengan selesainya jembatan ini nantinya, mobilitas warga akan jauh lebih mudah, dan akses terhadap pelayanan publik seperti pendidikan, kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian menjadi lebih cepat dan efisien.
“Jembatan ini memang tidak menghubungkan desa ke desa, melainkan antar-dusun dalam satu desa. Tapi dampaknya sangat besar karena memperpendek waktu tempuh dan meningkatkan aktivitas ekonomi warga,” jelas Linda.
Selain itu, Linda juga mengungkapkan bahwa seluruh material utama, termasuk girder jembatan, telah tersedia dan siap diangkut ke lokasi. Namun saat ini terdapat kendala pada proses pembayaran progres karena belum tersedianya anggaran yang cukup dari keuangan daerah. Hal ini mengakibatkan keterlambatan pada tahap selanjutnya.
“Girder-nya sudah siap diangkut, tinggal menunggu ketersediaan anggaran untuk pembayaran. Kami sedang menunggu Surat Penyediaan Dana (SPD) agar progres pekerjaan bisa terus dilanjutkan tanpa hambatan. Kami berharap dalam waktu satu sampai dua minggu ke depan SPD sudah keluar,” katanya.
Dari sisi pelaksanaan, pekerjaan di lapangan terus dipacu agar target penyelesaian dapat tercapai pada awal November 2025. Dinas PU Kukar menargetkan proyek ini selesai tepat waktu dengan kualitas pekerjaan yang baik. Linda menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan dan koordinasi dengan penyedia jasa agar tidak ada deviasi yang signifikan dari jadwal.
“Harapan kami, pekerjaan ini bisa selesai tepat waktu. Karena antusiasme dan harapan masyarakat cukup tinggi terhadap jembatan ini. Kalau progres pembayaran bisa segera dilakukan, maka pekerjaan di lapangan bisa tetap lancar,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat yang selama ini turut membantu kelancaran pekerjaan, termasuk menjaga keamanan proyek serta bersabar selama masa konstruksi berlangsung.
Dalam waktu dekat, Dinas PU Kukar juga akan mempercepat langkah untuk menyelesaikan beberapa proyek infrastruktur lainnya di berbagai kecamatan, terutama yang terdampak banjir dan kerusakan berat.
Pembangunan dua jembatan di Desa Pariaman ini merupakan bagian dari program prioritas Pemkab Kukar dalam membuka keterisolasian wilayah, meningkatkan aksesibilitas, dan memperkuat konektivitas desa. Langkah ini juga sejalan dengan visi pembangunan Kukar yang inklusif, dengan memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat hingga ke pelosok.
“Jembatan ini bukan hanya penghubung fisik, tapi juga jembatan harapan. Semoga bisa membawa dampak besar bagi masyarakat Desa Pariaman dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain yang sedang berjuang mendapatkan akses infrastruktur yang layak,” tutup Linda.
Dengan semangat gotong royong dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, proyek ini diharapkan menjadi cermin pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Pemerintah Kukar juga memastikan bahwa seluruh proses pembangunan berjalan sesuai regulasi, mengedepankan transparansi, dan tetap menjaga kualitas serta keselamatan konstruksi di lapangan.
penulis Lisa editor eka mandiri


















Users Today : 932
Total Users : 1374754
Views Today : 4039
Total views : 6642209