InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Perkuat Mental Generasi Muda, Dispora Kaltim Jadikan Bela Diri Pilar Pembinaan Karakter

by Eka Mandiri
Selasa, 17 Juni 2025, 23:16
in Advertorial, Dispora Kaltim, Kaltim
Bagikan

Infobenua.com, Samarinda – Di tengah derasnya tantangan moral dan sosial yang dihadapi generasi muda, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) memilih jalur yang tak biasa, menjadikan olahraga bela diri sebagai alat pembentukan karakter sejak dini.

Alih-alih fokus pada raihan medali semata, Dispora Kaltim kini menempatkan kejuaraan bela diri sebagai bagian dari strategi pembinaan mental dan nilai-nilai hidup di kalangan pelajar.

Menurut Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, Bagus Saputra Sugiarta, pendekatan ini bukan soal mengukur kekuatan fisik, tetapi membentuk generasi muda yang memiliki disiplin, rasa hormat, serta kesadaran budaya.

“Kami ingin menciptakan ruang belajar yang hidup. Arena bela diri itu tempat anak-anak belajar menghargai lawan, menjaga integritas, dan mengenal akar budayanya,” jelas Bagus, Selasa (17/6/2025).

Dispora memfokuskan upaya pembinaan ke pelajar sebagai bagian dari proses jangka panjang. Dengan pola berjenjang, peserta didik dikenalkan pada bela diri sejak usia sekolah, lalu diarahkan mengikuti kejuaraan sebagai media tumbuh kembang kepribadian.

Tak hanya itu, jenis bela diri seperti pencak silat juga dinilai mampu memperkuat jati diri lokal. Sebagai warisan budaya bangsa, silat tak sekadar olahraga, tapi juga cermin nilai-nilai luhur masyarakat Nusantara.

Bagus menegaskan bahwa yang dibentuk dari proses ini bukan semata atlet.

“Kami ingin para peserta tumbuh menjadi individu yang tahan banting, punya nilai-nilai moral yang kuat, dan siap berkontribusi secara sosial,” tegasnya.

Kejuaraan-kejuaraan yang rutin digelar, lanjutnya, juga menjadi ruang pertemuan antar pelajar dari berbagai kabupaten/kota. Proses ini menciptakan relasi positif, memperkuat solidaritas lintas daerah, dan membuka ruang bertukar pengalaman.

Di sisi lain, Dispora juga menyoroti pentingnya menjaga eksistensi olahraga tradisional di tengah dominasi olahraga populer global. Integrasi nilai modern dengan budaya lokal dianggap sebagai cara bijak menjaga identitas daerah.

“Bela diri bukan hanya olahraga, tapi juga medium untuk membangun manusia. Ini alat transformasi. Dan kami ingin Kaltim punya generasi yang tak cuma unggul di lapangan, tapi juga kuat secara moral dan sosial,” pungkas Bagus.(ADV)

Penulis : Nurfa | Editor : Eka Mandiri

Views Count: 8

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1522925
Users Today : 162
Total Users : 1522925
Views Today : 326
Total views : 6966420
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com