Foto: Kepala Bapenda kaltim, Ismiati, saat diwawancarai oleh awak media.
Infobenua.com.Samarinda – Hingga Mei 2025, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Timur (Kaltim) tercatat mencapai Rp2,8 triliun atau sekitar 28,75 persen dari target Rp10,03 triliun. Sementara itu, dana transfer dari pemerintah pusat baru terealisasi sebesar Rp1,9 triliun dari target Rp9,8 triliun atau 19,74 persen.
Capaian tersebut menunjukkan pendapatan daerah Benua Etam masih berada di bawah ekspektasi, terutama dari sisi transfer pusat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim pun kini menggenjot strategi untuk mengoptimalkan PAD guna menopang biaya pembangunan daerah.
“PAD dan transfer pusat adalah dua sumber utama untuk membiayai pembangunan, termasuk proyeksi anggaran 2026,” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim, Ismiati, saat ditemui di Pendopo Odah Etam, Samarinda beberapa waktu lalu.
Ismiati menjelaskan, salah satu tantangan dalam menggenjot PAD adalah perubahan struktur pendapatan daerah imbas penerapan UU Nomor 1 Tahun 2022. Regulasi tersebut mengatur kebijakan opsen—bagi hasil pajak antara provinsi dan kabupaten/kota—yang berdampak pada menurunnya porsi pendapatan provinsi dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
“Ini menyebabkan target pajak kendaraan tahun 2025 lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp1,5 triliun,” jelasnya.
Ia juga menyebut bahwa penerapan tarif PKB terendah secara nasional turut memengaruhi potensi penerimaan.
Kendati begitu, Ismiati optimistis target pendapatan masih bisa dikejar dengan mengoptimalkan potensi dari sektor-sektor lain.
“Masih ada waktu. Kami terus berupaya menggali potensi pendapatan agar pembangunan Kaltim tetap berjalan optimal,” tegasnya.
(ADV Diskominfo Kaltim)
Penulis Frida editor eka mandiri


















Users Today : 213
Total Users : 1424606
Views Today : 305
Total views : 6742028