Ket foto Anggota DPRD Kaltim dari Komisi lll saat RDP dengan PT Pertamina
Infobenua.com.Samarinda- Menanggapi keluhan masyarakat terkait dugaan beredarnya BBM oplosan di sejumlah SPBU resmi di Kalimantan Timur (Kaltim), Komisi II DPRD Kaltim menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Pertamina.
RDP tersebut menghadirkan dua perwakilan Pertamina, yaitu PT Pertamina Kilang Internasional Unit Balikpapan sebagai pengolah dan PT Pertamina Patra Niaga sebagai penyalur. Beberapa perwakilan masyarakat yang mengaku dirugikan akibat dugaan BBM oplosan juga turut hadir, termasuk konsumen yang melaporkan kerusakan kendaraan akibat penggunaan BBM tersebut.
Dugaan peredaran BBM oplosan yang menyebabkan ratusan kendaraan mogok massal di Kaltim memicu reaksi keras dari masyarakat, terutama di kota-kota besar seperti Samarinda, Balikpapan, Bontang, dan Kutai Timur. Sebagai respons atas keluhan ini, Komisi II DPRD Kaltim bersama PT Pertamina Patra Niaga menyepakati langkah konkret untuk membantu masyarakat yang terdampak.
Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, yang memimpin rapat, mengungkapkan bahwa dalam RDP tersebut, PT Pertamina Patra Niaga menyetujui dua poin utama untuk menangani permasalahan yang ada.
Disebutkan, salah satu solusi yang disepakati adalah pembukaan layanan bengkel gratis di 10 kabupaten/kota di Kaltim bagi masyarakat yang kendaraannya rusak akibat menggunakan BBM yang dibeli dari SPBU Pertamina.
“Pertamina akan menyediakan perbaikan kendaraan gratis sesuai dengan merk kendaraan masing-masing di setiap kabupaten/kota di Kaltim,” ujar Sabaruddin setelah rapat.
Diharapkan, layanan bengkel gratis dapat segera membantu masyarakat yang terdampak. Ia pun menegaskan pentingnya kecepatan dalam menyelesaikan masalah teknis lainnya, seperti ongkos dan hal-hal lain yang perlu dibicarakan oleh pihak Pertamina.
“Kami akan terus mengawal masalah ini hingga tuntas, memastikan bahwa Pertamina memenuhi komitmennya untuk menyelesaikan keluhan masyarakat dengan cepat dan tepat,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Region Manager Retail Sales Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Addieb Arselen, mengkonfirmasi kebenaran poin yang disampaikan oleh DPRD usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP).
Ia menjelaskan bahwa dalam rapat tersebut, sempat ada diskusi antara pihak DPRD dan Pertamina untuk berkoordinasi dengan kantor pusat, yang akhirnya mengarah pada persetujuan langkah konkret dari pimpinan pusat.
Pertamina pun telah menyetujui pembukaan bengkel gratis untuk menangani masalah kendaraan rusak akibat dugaan penggunaan BBM oplosan.
“Kami telah mendapatkan persetujuan dari pimpinan pusat untuk mengambil langkah penanganan. Kami akan menunjuk bengkel-bengkel resmi di sepuluh kabupaten/kota di Kaltim untuk memeriksa kendaraan yang rusak akibat penggunaan BBM oplosan,” ungkap Addieb.
Meski belum dapat memastikan kapan tepatnya bengkel-bengkel tersebut akan dibuka, Addieb memastikan pihaknya akan segera menginformasikan kepada masyarakat mengenai lokasi dan prosedur pemeriksaan kendaraan gratis.
“Kami akan segera berkoordinasi dengan bengkel rekanan Pertamina dan menyusun mekanisme teknis pemeriksaan kendaraan. Kami juga akan memberitahukan kepada masyarakat kapan dan di mana mereka bisa membawa kendaraan untuk diperiksa secara gratis,” jelasnya.
Penulis Fara I Editor Eka Mandiri



















Users Today : 718
Total Users : 1262907
Views Today : 2283
Total views : 6266259