Infobenua.com-Samarinda: Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Ririn Sari Dewi, mengungkapkan bahwa subsektor wastra, atau kain tradisional, menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif di Kaltim.
Menurutnya, kain tradisional khas Kaltim memiliki potensi yang sangat besar untuk mendukung perekonomian daerah, sekaligus melestarikan budaya lokal.
Ririn menjelaskan bahwa wastra Kaltim tidak hanya kaya akan makna dan sejarah, tetapi juga memiliki daya tarik tersendiri yang dapat dijadikan produk unggulan di pasar domestik maupun internasional.
“Wastra khas Kaltim, kami melihat ini sebagai peluang besar untuk mengangkat ekonomi kreatif daerah dan memberikan dampak positif bagi pelaku industri kreatif lokal,” ujarnya, Senin (11/11/2024).
Subsektor wastra ini, dijelaskan Ririn, memiliki peran penting dalam mendorong kreativitas dan inovasi di kalangan perajin lokal. Selain itu, produk-produk wastra juga dapat menjadi daya tarik wisata, yang pada gilirannya mendukung sektor pariwisata Kaltim.
Dengan fokus pada pengembangan wastra, Dispar Kaltim berharap dapat menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan keterampilan para perajin, dan memperkenalkan keunikan budaya Kaltim kepada dunia.
Selain pengembangan produk, Ririn juga menekankan pentingnya keberlanjutan dalam industri wastra ini. Dispar Kaltim akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk komunitas perajin dan pelaku industri kreatif, untuk memastikan kualitas dan keberagaman produk wastra tetap terjaga
Dengan fokus yang semakin besar pada subsektor wastra, diharapkan Kaltim dapat menjadi salah satu provinsi yang dikenal luas dengan produk-produk kreatifnya,
“Dan tentu kita berharap subsektor sastra dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan ekonomi kreatif secara keseluruhan,” pungkasnya. (ADV/DISPAR/Fr).

















Users Today : 491
Total Users : 1337393
Views Today : 1043
Total views : 6476755