InfoBenua.com, KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) telah mengalokasikan anggaran puluhan miliar rupiah untuk mendukung Program Beasiswa Kukar Idaman tahun 2024. Ini merupakan komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak di Kukar.
Kepala Bagian Kesra, Dendy Irwan Fahriza, menjelaskan bahwa Program Kukar Idaman mencakup beberapa jenis beasiswa yang dikelola oleh Bagian Kesra. Beasiswa ini tersedia untuk pendidikan tinggi, diploma, dan strata, termasuk beasiswa stimulan untuk SMA sederajat.
“Beasiswa stimulan untuk strata ditargetkan mencapai 800 penerima, namun capaian yang akan diumumkan pada akhir Juni ini mencapai sekitar 2.700 penerima, jauh melampaui target awal,” ujar Dendy, Rabu (26/6/24).
Total target beasiswa Kukar Idaman untuk tahun ini adalah 1.450 penerima. Namun, pada tahap pertama saja jumlah penerima sudah mencapai sekitar 3.600, dengan tahap kedua akan dibuka pada bulan September.
Program beasiswa Kukar Idaman ditargetkan mencapai 6.000 penerima selama lima tahun, dengan target tahunan sekitar 1.400 penerima. Pada tahun ini saja, pada tahap pertama, sudah ada 3.000 penerima.
“Kami menggeser anggaran dari belanja yang tidak terealisasi, seperti belanja perjalanan dinas, untuk mendanai program beasiswa ini,” tambah Dendy.
Anggaran beasiswa yang dikucurkan pada tahun 2024 ini mencapai sekitar Rp 43 miliar, diperuntukkan bagi 1.530 penerima yang terbagi dalam dua kategori: beasiswa kerjasama/tematik dan beasiswa stimulan.
Beasiswa kerjasama atau tematik mencakup:
– Beasiswa santri lanjut perguruan tinggi: 20 penerima
– Beasiswa SMK/SMA/MA kerjasama: 10 penerima
– Beasiswa tematik/kerjasama: 200 penerima
Beasiswa stimulan mencakup:
– Santri pondok pesantren: 200 penerima
– Stimulan SMA/sederajat: 200 pelajar
– Stimulan D4/S1: 800 mahasiswa
– Stimulan S2/S3: 100 penerima
Besaran pencairan Beasiswa Kukar Idaman bervariasi. Stimulan mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 10 juta, sedangkan beasiswa kerjasama mencapai Rp 105 juta hingga Rp 200 juta. Perbedaan nominal ini disebabkan oleh fakta bahwa beasiswa stimulan diberikan setiap tahun, sementara beasiswa kerjasama dibiayai oleh pemerintah hingga selesai studi (8 semester).
Dendy mengimbau para mahasiswa dan pelajar untuk memanfaatkan kesempatan ini agar tidak terputus pendidikan karena kendala finansial. “Kita punya APBD yang siap memfasilitasi pendidikan, jadi jangan sampai ada yang tidak terfasilitasi dan putus sekolah,” tutupnya (Adv).

















Users Today : 419
Total Users : 1287222
Views Today : 924
Total views : 6335340