InfoBenua Com.BALIKPAPAN.Dalam rangka memperingati hari Sumpah pemuda , Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) Universitas Balikpapan menggelar kegiatan Masa Pengkaderan Anggota (MPA), Sabtu-Minggu (28-29/10/23) .Tepat pada hari itu pula, masyarakat Indonesia sedang merasakan euphoria perjuangan pemuda dalam mempertahankan nasionalisme di Indonesia.
Sumpah Pemuda merupakan gerakan besar yang menjadi peristiwa bersejarah yang tercatat sebagai peran pemuda dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan Indonesia untuk tercapainya Kemerdekaan Indonesia.
Peristiwa ini merupakan gerakan sosial yang bermula dari para pemuda yang menilai perlunya peran pemuda dalam mencapai persatuan dan kesatuan untuk kemerdekaan Indonesia atas reaksi dari penjajahan yang ada di Indonesia pada saat itu. Bahkan pemahaman Nasionalisme yang dibutuhkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan pemuda pada saat itu.
Sumpah yang diikrarkan oleh pemuda pemudi Indonesia merupakan faktor pembentuk bangsa Indonesia dengan komitmen menjaga bangsa, tanah air, dan Bahasa yaitu Indonesia yang bertujuan untuk mempersatukan kekuatan gerakan pemuda pemudi Indonesia agar perjuangan untuk mendapatkan kemerdekaan dapat tercapai.
Melihat pada situasi tersebut, BEM FH Uniba berpandangan bahwa Sumpah Pemuda merupakan sebuah pengingat untuk seluruh mahasiswa dapat berbondong-bondong merapatkan barisan mahasiswa untuk menjalankan fungsinya secara tepat, terarah dan terukur.
Nada mulia Septyani, selaku ketua umum BEM FH Uniba, juga berpandangan bahwa kita harus terus merawat semangat kebangsaan yang diperjuangkan oleh pemuda pemudi Indonesia dengan terus melakukan pencerdasan di dalam tubuh organisasi sebagai rasa hormat kita terhadap para pemuda yang telah berjuang untuk memerdekakan bangsa Indonesia.
Sehubungan dengan momentum Sumpah Pemuda, BEM FH Uniba melakukan langkah pencerdasan guna menumbuhkan kembali semangat Nasionalisme dalam diri Mahasiswa Fakultas Hukum melalui Masa Pengkaderan Anggota (MPA).
Ibrahim Lamadaju atau yang disapa hangat sebagai Bung Baim, selaku Staff Departemen Kajian, Strategi, dan politik BEM FH Uniba, juga turut menuturkan bahwa pemahaman terkait ideologi bangsa harus disampaikan secara komprehensif sebab ideologi merupakan pegangan yang penting dalam mencapai sebuah tujuan negara dan masyarakat yang sejahtera.
Pada salah satu materi MPA yaitu, sejarah Pergerakan Mahasiswa juga bersinggungan dengan apa yang diperjuangkan oleh para pemuda pemudi pada 28 Oktober 1928 dan juga sebagai salah satu Gerakan yang menjadi pelopor hingga mengukir sejarah, dan hingga kini masih diingat dan terus diimplementasikan untuk menjadi tonggak semangat perjuangan kader Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Balikpapan.
Melalui kegiatan yang bertemakan “Mengaktualisasikan Kader Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Balikpapan Sebagai Yuris Muda Yang Berintegritas”, diharapkan dapat menjadi ruang yang bisa menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk dapat memiliki pegangan yang substantif guna menghadapi serta mengatasi gejolak sosial yang terjadi saat ini.
“Saya melihat kondisi hari ini, antusias para Mahasiswa yang sangat minim dalam memperjuangkan hak hak masyarakat. kami BEM FH uniba ingin membangun kembali semangat semangat yang luntur dalam memperjuangkan masyarakat dengan menciptakan ruang-ruang yang bisa menjadi wadah untuk kawan-kawan dalam membangun semangat perjuangan untuk terus membela hak-hak masyarakat. ” ucap nada mulia selaku ketua Umum BEM FH Uniba.
Kemarin, tepatnya pada hari sumpah Pemuda kita perlu merapatkan barisan kembali, untuk menyikapi terkait dengan situasi Mahasiswa yang apatis pada saat ini. Akibat dari adanya praktik Neo-Kolonialisme di Indonesia telah berdampak pada pola hidup masyarakat Indonesia yang menjadi hedonsitik-pragmatis.
Pancasila yang merupakan Ideologi yang tidak dapat dipisahkan dalam mengkawal arah bangsa, mengamanatkan para pemuda khususnya Mahasiswa untuk turut andil dalam mengukuhkan kembali ideologi bangsa dan memberikan sumbangsih pikiran dengan terukur.
Bung Baim juga mengatakan bahwa atas reaksi dari rasa apatis yang ada pada mahasiswa kita harus terus merawat kembali semangat pemuda terkhususnya mahasiswa dengan mengingatkan gerakan yang telah di pelopori Oleh pemuda pemudi Indonesia pada 28 oktober 1928.
Oleh karena itu, generasi muda harus dapat menjadi garda terdepan yang mampu mendorong serta mempelopori terciptanya pembaharuan dalam Negara Indonesia ditengah kondisi masyarakat yang mengalami penghisapan.
Kepedulian masyarakat serta kaum muda lainnya di Indonesia terhadap perawatan Ideologi menjadi salah satu faktor pendorong untuk lahirnya gerakan baru dari kaum muda yang akan meneruskan tongkat estafet pembangunan bangsa Indonesia.(*)



















Users Today : 585
Total Users : 1267928
Views Today : 1407
Total views : 6280416