INFOBENUA.COM.SAMARINDA-Pelantikan Komisi Nasional Pendidikan (KNP) Kota Samarinda periode 2022-2027 resmi dilantik di ruang pertemuan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kota Samarinda, Rabu,(5/10/2022).
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti mengatakan bahwa KNP yang merupakan lembaga independen dapat melibatkan stakeholder dunia pendidikan dalam melakukan kajian dan pengawasan terhadap kualitas pendidikan Kota Samarinda.
“Sebagai mitra pemerintah dalam menangani fasilitas dan pengawasan pendidikan, mampu mengatasi berbagai persoalan pendidikan dari kesejahteraan guru hingga kualitas sumber daya manusia,” ujarnya saat menghadiri undangan pelantikan KNP Samarinda.
Kata Sri, lembaga KNP Samarinda melakukan rekrutmen tidak hanya diambil dari dunia pendidikan. Tetapi melibatkan organisasi pendidikan, profesi, swasta, pemerintah daerah dan sekolah.
“Harapnya KNP mampu merubah serta melakukan kajian dalam membantu kinerja pemerintah kota untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas baik,” katanya.
Hal serupa disampaikan oleh Ketua KNP Kota Samarinda Ahmad Karni mengatakan, menjadi lembaga independen bertugas melakukan kajian, penelitian, pemantauan dan meditasi terhadap menyikapi hal asasi kemanusiaan.
“Seperti yang dilihat saat ini banyak kesejahteraan guru masih jauh dari sejahtera, kita mengetahui bersama guru adalah pahlawan tanpa jasa,” imbuhnya.
Lebih lanjut. Kata Karni, akan ikut serta dan terlibat dalam memperjuangkan hak guru untuk melakukan audensi dengan walikota Samarinda terkait isu pemotongan insentif guru.
“Kita akan berkoordinasi dengan walikota Samarinda dengan adanya isu pemotongan insentif dari Rp 700.000 menjadi Rp 250.000. KNP Samarinda akan melibatkan tim yang telah dibentuk,”tegasnya.
Ketua Komnasdik Kota Samarinda menyampaikan bahwa sebagai lembaga independen yang bertugas untuk melakukan pengkajian, penelitian serta pemantau dan mediasi terhadap hak asasi kemanusiaan. Ia menilai bahwa untuk untuk tingkat kesejahteraan guru yang masih jauh dari kata sejahtera.
“Walaupun pegawai senior tapi tidak ngambil sertifikasi tapi sebetulnya didasari dari simpati saya kepada guru-guru honorer penghasilan jauh dari yang negeri,”ujarnya
Lanjutnya, jika perbandingan tingkat kelayakan gaji guru di beberapa negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia sehingga pengkajian untuk kualitas pendidikan dengan gaji guru bisa meningkat.(Adv)









Users Today : 801
Total Users : 1543783
Views Today : 1815
Total views : 7010415