InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Ketua Komisi IV Meminta Insetif Guru Dipertahankan

by Eka Mandiri
Jumat, 19 Agustus 2022, 20:41
in Advertorial, DPRD SAMARINDA, Samarinda
Bagikan

INFOBENUA.COM.SAMARINDA. – Belum lama ini kalangan guru kembali mengadu ke Komisi IV DPRD Samarinda, lantaran ada rencana penghapusan insentif yang selama ini mereka dapatkan sebesar Rp 700 ribu untuk satu orang. Tak ingin menunggu lama Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti langsung melakukan pertemuan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Samarinda.

Tepatnya pada Kamis (18/8/2022), di Balai Kota Samarinda. Kala itu langsung berhadapan dengan Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Hero Mardanus Satyawan dengan sejumlah instansi terkait. Dalam pertemuan itu, Politikus Partai Demokrat itu meminta agar Pemkot Samarinda mempertimbangkan kesejahteraan guru, terutama yang masih berstatus tenaga honorer.

Sebab selama ini ia mengakui, lebih banyak guru honorer yang membantu mengajar di sejumlah sekolah, daripada guru yang telah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Gaji mereka kecil, kasihan kalau sampai tidak dapat insentif lagi. Untuk menunjang hidup selama sebulan saja tidak akan cukup,” kata Puji.

Hal ini juga telah ia sampaikan dalam rapat bersama anggota Badan Anggaran (Banggar) Kota Samarinda. Sehingga memiliki harapan besar agar Pemkot Samarinda mau mempertimbangkan kembali rencana penghapusan insentif guru atau pun pengurangan seperti yang waktu dibahas dalam forum, di rapat internal.
“Berkurang pun tidak bisa dari Rp 700 ribu ke Rp 250 ribu perorang. Itu tidak akan cukup jika dibandingkan dengan pengabdian seorang guru meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di sekolah,” tuturnya.

Usai membahas ini langsung dengan pimpinan TAPD, Puji pun optimis saran dari DPRD Samarinda itu bisa diterima oleh Pemkot Samarinda. Sehingga ia berharap ke depannya, tidak ada lagi guru yang mengadu lantaran tidak mendapatkan insentif, akibat kebijakan pemerintah untuk menghemat APBD Kota Samarinda.
“Tentu pertimbangannya disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Tapi jangan sampai kesejahteraan guru yang dikorbankan,” tuntas Puji.

Views Count: 3

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1535262
Users Today : 1688
Total Users : 1535262
Views Today : 3735
Total views : 6991058
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com