Infobenua.com, Balikpapan – Pertamina Hulu Mahakam ( PHM ) mengundang puluhan wartawan dari Balikpapan untuk melihat langsung progam Corporate social responsibility ( CSR) dari PHM bernama Waste to Energy for Community (Wasteco).
Program ini kerjasama dengan Pemerintah kota Balikpapan melalui UPT TPA Manggar yang di dukung oleh SKK Migas dan stakeholder terkait dalam memberdayakan masyarakat sekitar melakukan inovasi melalui Program yang bernama Wasteco.
Frans Alexander A. Hukom, Head of Communication Relations & CID PHM mengatakan Wasteco Merupakan program unggulan dari PHM untuk pemberdayaan masyarakat berupa pemanfaatan gas methane yang di hasilkan dari pengelolaan sampah, yang bekerjasama dengan TPA Manggar melalui Dinas Lingkungan hidup kota Balikpapan.
” Program ini adalah inisiasi dari PHM bersama dengan TPA Manggar dimana Waktu itu kami melihat adanya sumber gas dari timbunan sampah yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Program wasteco ini dimulai pada 2018 secara berkesinambungan setelah melihat potensi gas metana. Di mana pada 2019, dibuat sambungan gas memakai pipa untuk rumah warga.
Untuk menyalurkan gas metana ke masyarakat, PHM telah membangun pipa distribusi sepanjang 6.640 meter.
Sebanyak 270 rumah warga telah dialirkan gas methane, dan hingga akhir 2022 ditargetkan bisa mencapai 300 sambungan.
“Selain untuk kepentingan memasak bagi warga sekitar gas methane ini juga di gunakan oleh UMKM seperti Cafe methane, Sauna, dan pabrik tahu yang berada di sekitar TPA Manggar merasakan manfaat dari gas methane ini”, Ujar nya.

Karti salah satu warga sekitar yang bergabung dalam kelompok ini mengaku sangat merasakan manfaat dari gas methane ini.
Apalagi saat ini gas LPG sangat susah di dapat dan harga nya bisa mencapai 30ribu pertabung. tetapi dengan sambungan gas methane warga hanya di pungut biaya 10 ribu perbulan bisa menghemat ratusan ribu per bulan.
“Sekarang cuma bayar Rp 10 ribu perbulan bisa dapat langsung gas methane untuk masak tanpa harus cari keliling gas elpiji, dimana jika menggunakan gas LPG 3 KG bisa 3 tabung perbulan jika dikalikan 30 ribu pertabung berarti 150 ribu jadi bisa menghemat hingga 140 ribu perbulan”, ungkap karti pada wartawan Jumat 22/07/2022).
Selain dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak/ pengganti LPG gas methane juga di gunakan sebagai pembangkit listrik untuk kegiatan operasional di TPA Manggar yang mana dapat menghemat hingga jutaan rupiah.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TPAS Manggar, Muhammad Haryanto menyebut pengolahan sampah menjadi gas metana merupakan kerja sama dengan Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM). “Awalnya warga takut memanfaatkan gas metana untuk memasak,” kata Haryanto.
Kekhawatiran itu menjadi wajar karena gas metana dihasilkan dari sampah. Warga takut timbul bau tidak sedap sampai risiko kebakaran atau pun meledak.
“Tapi seiring berjalan waktu dan sosialisasi dari PHM dan kami, akhirnya mereka mau mencoba, dan sekarang banyak warga yang minta disambungin,” jelas Haryanto lagi.
Haryanto juga mengatakan bahwa TPA Manggar kerap mendapatkan penghargaan, diantaranya Penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai TPA Terbaik.
“Berkat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Kota Balikpapan mampu meraih Adipura 23 kali, Adipura Kencana 5 kali, Adipura Paripurna 1 kali, Asean ESC Awards 3 kali Tahun 2011, 2014 dan 2021, dan Peringkat ke-2 PUPR Awards kategori Waste to Energy 7 Desember 2018”, ungkapnya. []









Users Today : 1598
Total Users : 1532613
Views Today : 2881
Total views : 6985375