INFOBENUA.COM, SAMARINDA – Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Angkasa Jaya Djoerani menilai, kinerja BPBD Samarinda harus mendapatkan perhatian dan suport anggaran untuk menunjang pelaksanaan kerja, termasuk penyediaan perlengkapan penunjang antisipasi terjadinya bencana.
Apalagi kata dia, Kita Samarinda menjadi salah satu daerah yang rawan bencana, bukan hanya banjir, tetapi potensi longsor yang cukup besar.
“Kita lihat urgensi pelaksanaan kegiatan BPBD, karena selama ini sering terjadi kejadian yang sifatnya urgent dan harus segera mendapatkan penanganan. Apalagi di Samarinda tidak terlepas dari yang namanya banjir dan sekarang sering terjadi tanah longsor,” ujarnya ditemui awak media di ruang kerjanya, Rabu kemarin.
“Dan untuk mengcover itu semua harus disuport dengan anggaran, tapi semua kita rasakan itu memang masih minim pos anggaran ke sana,” katanya lagi.
Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui OPD terkait harusnya mengajukan anggaran yang lebih untuk menunjang kinerja.
“Seharusnya ada anggaran untuk sosialisasi sebelum bencana. Artinya BPBD ini kan sering turun ke lapangan, mereka paling tahu peta potensi rawan bencana di lingkungan mana saja, sehingga jika ada anggaran yang memang bisa mengcover, dapat membackup kinerja mereka juga untuk lebih cepat bertindak. Tapi yang terjadi sekarang, mereka jarang turun ke lapangan karena minim anggaran,” terang Politisi dari PDIP ini.
Masih kata Angkasa Jaya, dengan diketahuinya dan disosialisasikan mengenai daerah rawan bencana yang ada di Samarinda kepada masyarakat, maka akan semakin dini memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati.
“Jika semua sudah disuport anggaran, tentu kita harapkan peran dari BPBD lebih ditingkatkan dan lebih cepat bergerak ketika ada bencana,” pungkasnya.
Penulis : Han









Users Today : 1035
Total Users : 1529507
Views Today : 1460
Total views : 6979043