Foto : H Hadi Mulyadi, Wakil Gubernur Kaltim(kanan), saat menghadiri acara
InfoBenua. Com -SAMARINDA – Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi ikuti secara Rapat Koordinasi Kebijakan Peningkatan Pembelian dan Penggunaan Produk Dalam Negeri secara online dari ruang Heart of Borneo, lantai 2 kantor Gubernur Kaltim.(24/2/2022).
Pelaksanaan rakor tersebut merupakan upaya membumikan rasa antusias terhadap Bangga rangka Bangga Buatan Indonesia (BBI). Dengan dis ampingi oleh Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kaltim Abu Helmi.
Rakor yang mengangkat tema “Perkuat Inisiasi Nyata melalui Inovasi dan Sinergi untuk Pemulihan Ekonomi” tersebut, dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvest) Luhut Binsar Panjaitan.
Tak hanya itu, turut hadir pula Menteri Pariwisata Sandiaga Salahudin Uno dan Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Kepala LKPP RI, Azwar Anas, Kepala BPKP RI Muhammad Yusuf Ateh, gubernur/wakil gubernur, bupati/wali kota se-Indonesia secara online.
Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, tentu menyambut baik dan mengapresiasi langkah pemerintah pusat melalui jajaran kementerian dan lembaga yang akan melaucnhing e-Catalouge, khususnya untuk pasar atau pelaku UMKM, sehingga bisa go digital dan go global, sebagai bagian dari program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).
“Pemprov Kaltim telah melaksanakan e-Catalouge sebelumnya. Berdasarkan laporan dari instansi terkait sudah sekitar 40 persen dari pengadaan barang dan jasa di lingkup Pemprov Kaltim sudah melalui e-Catalouge,” ucapnya.
Ia pun melanjutkan, hal tersebut merupakan upaya mempercepat pelaksanaan berbagai program dalam meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk dalam negeri.
“Artinya kita terus berupaya melakukan percepatan-percepatan untuk kemudahan pelaksanaan berbagai program dan kegiatan, khususnya mendukung digitalisasi dan elektronifikasi, guna mendorong peningkatan pembelian dan penggunaan produk dalam negeri,” papar Hadi Mulyadi.
Di sisi lain, Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan percepatan pemulihan ekonomi daerah dilakukan melalui aksi afirmasi dari pemerintah daerah untuk membeli produk dalam negeri sebesar Rp 200 triliun melalui e-Purchasing dan e-Tendering pada 2022.
Pemerintah Daerah tentu memiliki daya beli yang besar untuk menciptakan permintaan terhadap produk dalam negeri. Sehingga tercapai proses industrialisasi, penciptaan lapangan kerja dan investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Ini merupakan bentuk nyata keberpihakan kepada pelaku usaha adalah melalui belanja pemerintah daerah untuk produk dalam negeri. Kita kompak, kita semua satu, kita memiliki rasa tanggung jawab bagi kesejahteraan rakyat maka ini akan mudah dilaksanakan. Dengan kolaborasi dari semua jajaran kementerian/lembaga dan pemda, maka semua kita bisa lakukan secara efektif dan efisien,” ujar Luhut.
Hal tersebut di utarakannya, karena rakor ini merupakan bagian dari persiapan launching e-Catalouge oleh Presiden Joko Widodo pada Maret mendatang.
Penulis: zul.

















Users Today : 918
Total Users : 1268261
Views Today : 3048
Total views : 6282057