InfoBenua. Com -Samarinda– Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultural Provinsi Kaltim Siti Farisyah Yana inginkan penyerapan bahan pangan pokok (beras) hasil dari petani lokal lebih maksimal.
Pertemuan antara Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultural yang langsing di hadiri oleh Ketua Dinas tersebut Siti Farisyah Yana, Ketua Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kaltim Arrahim K Kanam, para petani Kaltim yang di wakili oleh Persatuan Penggilingan Padi (Perpadi) Kaltim yang juga di hadiri oleh ketua Perpadi Kaltim Jamaludin Junaidi beserta jajarannya, serta Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan utama ialah bagaimana mempersiapkan kebutuhan beras di Kaltim yang melimpah.
Pasalnya, Para petani awalnya mengeluh dikarenakan jumlah penyerapan beras pada tahun ini mengalami penurunan yang biasanya dapat mencapai 1.400 ton tahun ini hanya sebanyak 400 ton saja dikarenakan penurunan kualitas gabah.
Menindak hal tersebut, guna memastikan agar cadangan langan Kaltim kedepan tetap tersedia, maka Perum Bulog dengan Perpadi melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan para petani Kaltim yang di Wakili oleh Ketua Perpadi Kaltim.

MoU yang di lakukan tersebut, bertujuan untuk meningkatkan kualitas hasil gabah para petani Kaltim agar mampu menunjang kemandirian pangan.
Melihat hal tersebut, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultural Yanab(sapaan akrab Siti Farisya Yana), menanggapi hal tersebut Yana mengatakan jika pemerintah telah melakukan serangkaian upaya untuk membantu para petani, seperti memberikan alat penggiling dan alat pengering.
“Kita sudah cukupkan dengan bantuan alat penggilingan dan pengering gabah. Dengan kapasitas alat yang cukup besar, saya rasa itu sudah cukup untuk digunakan oleh petani,” ucap Yana.
Tak hanya penandatanganan MoU yang telah tertulis. Namun juga mendengarkan keluhan dari para petani yang telah banyak menghasilkan produksi beras d i Kaltim.
Dalam MoU tersebut, tertuliskan bahwa pembelian beras petani oleh Perum Bulog Divre Kaltimtara sebesar 225 ton. Hal tersebut merupakan bentuk dari kepedulian pemerintah terhadap bagaimana keadaan petani agar dapat menghasilkan beras yang berkualitas.
“MoU tersebut berisi tentang penyerapan beras Bulog sebanyak 225 ton untuk persiapan menjelang lebaran. Syaratnya, petani harus mempertahankan kualitas gabah agar dapat di serap oleh bulog,” ungkap Yana.
Penulis : abi/zul.


















Users Today : 78
Total Users : 1270104
Views Today : 131
Total views : 6287487